Warga Tolak Pembangunan SPBU Milik Oknum Pejabat

Inilah lokasi pembangunan SPBU milik oknum pejabat yang ditolak warga.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Pembangunan SPBU milik pribadi oknum pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi NTB yang berlokasi di wilayah Kelurahan Kelayu Utara, Kecamatan Selong, Lombok Timur, ditolak warga.

Sehingga hal ini membuat proses pembangunan sampai saat ini menjadi terhenti dan belum ada penyelesaian di antara pemilik dengan warga setempat. ‘’Memang betul pembangunan SPBU itu terhenti karena adanya protes dari warga sekitarnya,’’ kata Lurah Kelayu Utara, Erlyiawan di kantornya, Kamis (7/2).

Lurah Kelayu Utara, Erlyiawan mengatakan, pemilik SPBU itu dinilai kurang melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitarnya. Dan baru sekali melakukan sosialisasi setelah proses pengurusan ijinnya berjalan.

Pihaknya hanya memberikan rekomendasi saja terhadap proses ijin ke kabupaten. Dan keluarnya hampir setahun lamanya. Sedangkan pembangunan dihentikan setelah dilakukan hearing warga di kantor DPRD Kabupaten Lombok Timur. ‘’Terhentinya pembangunan SPBU itu, setelah hearing di dewan, dan sampai sekarang tidak dilanjutkan lagi,’’ ungkapnya.

Yang jelas, sampai saat ini belum ada kesepakatan antara warga dengan pemilik SPBU. Itu sebabnya, antara pemilik dengan warga sekitarnya masih berpolemik sampai saat ini. ‘’Masyarakat memprotes karena dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan akibat bau BBM bila nanti sudah beroperasi,’’ ujarnya.

Di tempat terpisah, Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, AKP I Made Yogi Purusa Utama menegaskan, pihaknya akan menyelediki masalah pembangunan SPBU di wilayah Kelayu yang ditolak warga itu. Mulai dari proses hingga keluarnya ijin tersebut. ‘’Kalau memang prosesnya benar, maka tentunya tidak mungkin ada protes warga terhadap pembangunan SPBU itu,’’ katanya.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply