PKH dan BPNT Untuk Turunkan Angka Kemiskinan

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pose bersama usai penyaluran bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Pemerintah sangat serius dalam memerangi kemiskinan dan ketimpangan dengan meningkatkan anggaran bantuan sosial maupun perluasan target sasaran. Salah satu program bantuan sosial dari pemerintah yang berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan adalah Program Keluarga Harapan (PKH) yang terintegrasi dengan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Pada acara penyaluran bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto menyampaikan, ada 4 faktor yang membuat PKH efektif dalam menurunkan angka kemiskinan, yakni; murah, mudah, berkah dan cerah.

PKH memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin pada aspek pendapatan dan konsumsi atau kebutuhan dasar. Dengan bantuan PKH dan BPNT, KPM bisa membeli kebutuhan pokok pangan yang berkualitas baik dan kebutuhan sekolah anak dengan harga yang murah. ‘’Sehingga kesehatan dan gizi keluarga lebih terjaga. Keluarga penerima manfaat (KPM) juga dapat membeli kebutuhan sekolah anak, sehingga pendidikan anak lebih terperhatikan. Yang terpenting, anak tumbuh sehat dan terhindar dari gizi buruk,’’ kata Airlangga di GOR  Mataram, Selasa (19/2).

Airlangga menjelaskan, PKH melalui para pendamping, harus mampu mendorong perubahan pola pikir dan perilaku KPM PKH, untuk lebih memperhatikan pendidikan, kesehatan, kemandirian ekonomi keluarga, sehingga hidup mudah. ‘’Karena itu, dibutuhkan komitmen dan kesungguhan seluruh penerima bantuan sosial untuk mengikuti program ini dengan baik, sehingga ke depannya taraf hidup KPM meningkat, lebih sejahtera dan dapat hidup mandiri,’’ ungkapnya.

Faktor ketiga, PKH membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam kerja-kerja sosial. Sekaligus membuka puluhan ribu lapangan pekerjaan, sehingga berkah. Dan faktor keempat, PKH efektif dalam memerangi kemiskinan karena memiliki indeks bantuan dan jangkauan yang luas agar hidup masyarakat makin cerah.

Airlangga menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian akan bekerja sama dengan Kementerian Sosial membantu memberikan pelatihan kewirausahaan dan bantuan peralatan wirausaha kepada KPM PKH untuk menunjang kemandirian. ‘’Dengan mewujudkan kemandirian ekonomi, KPM PKH diharapkan dapat keluar dari kondisi keterpurukan ekonomi sehingga tidak bergantung pada bantuan pemerintah,’’ ujarnya.

Sementara itu, Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah yang hadir mendampingi Menteri Perindustrian di hadapan 1000 KPM menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah pusat. ‘’Saya mewakili pemerintah NTB mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat. Mudah-mudahan dengan adanya program ini makin banyak keluarga yang mandiri,’’ katanya.

Gubernur juga memotivasi para penerima bantuan yang belum mandiri, agar terus berikhtiar dan bisa menjadi keluarga yang mandiri. ‘’Kami berharap ke depannya banyak penerima bantuan dari pemerintah bisa naik kelas menjadi keluarga yang mandiri. Ke depannya, kami akan bantu dengan berbagai alat-alat usaha. Ibu yang hoby menjahit akan diberikan mesin jahit, jika ada yang anaknya suka bengkel, akan dimodali alat-alat bengkel agar mandiri. Namun sembari menunggu, bantuan ini kami harapkan terus berjalan,’’ ungkapnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Wakil Komisi VI DPR RI, Wakil Walikota Mataram, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemen Perindustrian, para pejabat eselon II Pemerintah Provinsi, serta pejabat BRI.(dra)

Kirim Komentar

Leave a Reply