Percaloan di Discapil Lotim Masih Terjadi

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Pengurusan akte kelahiran di Dinas Catatan Sipil (Discapil) Kabupaten Lombok Timur terindikasi masih diwarnai aksi percaloan. Terbukti wartawan Lombok Today (https://lomboktoday.co.id) tanpa sengaja nyanggong di belataran kantor Discapil Lotim, Rabu (20/2), kemudian bertemu dengan Codak, mantan Kepala Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru yang sebelumnya memang sudah saling kenal dengan wartawan media ini.

Codak yang datang bersama istri dan anaknya, sedang duduk lesehan santai di atas trotoar depan kantor Discapil sembari menikmati sarapan dan minum es terlebih dahulu menyapa seraya memanggil. Saat disamperin, Codak menceritakan dirinya yang hendak menguruskan akte kelahiran anaknya. Saat ditanya mengapa tidak langsung masuk untuk mengurus keperluannya? Dengan nada pesimis Codak mengaku malas ngurus sendiri. ‘’Saya tidak biasa urus sendiri dari dulu di kantor Discapil ini selain prosedur panjang juga waktunya lama,’’ aku Codak.

Codak mengaku tengah menunggu seseorang yang disinyalir seorang calo yang konon biasa berlangganan sejak dirinya masih aktif menjadi kades setiap mengurus KK, KTP, hingga akte kelahiran. ‘’Saya sedang nunggu teman yang biasa keluar masuk Discapil, langganan saya dari dulu setiap ada urusan warga saya dengan Discapil,’’ ungkapnya.

Tak lama kemudian, seseorang yang dimaksud datang dan langsung menghampiri tempat duduk Codak. Kamipun mengikuti percakapan mereka sembari yang datang tersebut memeriksa kelengkapan berkas milik Codak berupa copy KK dan KTP berikut keterangan lahir anak dari bidan. Pria paruh baya yang ditunggu itu mengaku bernama Ozan, namun tidak menyebut alamatnya.

Ozan mengaku sudah lebih 5 tahun berprofesi sebagai perantara warga, terutama warga dari wilayah selatan dalam segala urusan di Discapil Lotim. ‘’Sudah lebih 5 tahunan saya keluar masuk Discapil membantu warga ngurus akte, KK, dan KTP,’’ cetus ozan.

Pernyataan Ozan diperkuat oleh Codak. ‘’Betul pak, beliau ini (Ozan) langganan kami dari dulu. Jika ada warga kami yang mau urus KK, KTP ataupun akte kelahiran, selalu saya serah kepada pak Ozan,’’ tambah Codak.

Ditanya soal tarif, Ozan tak mau menyebut angka pasti melainkan menyebut variasi mulai dari Rp 200 ribu ke atas.(kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply