Menuju Pemilu Damai, Polres Lotim Gelar Istigosah

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Menyonsong perhelatan pesta demokrasi terbesar yakni Pileg dan Pilpres yang baru pertama kali akan digelar serentak dalam sejarah Pemilu di Indonesia, menjadi perhatian serius semua pihak untuk mengantisifasi kemungkinan terjadi kerawanan.

Untuk itu, atas inisiasi Kepolisian Resort Lombok Timur, Sabtu (23/2), bertempat di lapangan Mapolres Lotim digelar acara istigosah dan tablig akbar dalam rangka bermunajat kepada Yang Maha Kuasa agar negeri ini dikaruniai keberkahan dan kedamaian.

Kapolres Lotim AKBP Ida Bagus Md Winarta.

Dalam acara tersebut, selain dihadiri oleh Bupati Lotim, Dandim 1615 Lotim, Ketua Pengadilan Negeri Selong, Kajari Selong, peserta istigosah diramaikan oleh sejumlah camat, kepala desa se-Lombok Timur, pimpinan ormas, juga seluruh Polmas dan Babinsa.

Kapolres Lotim AKBP Ida Bagus Md Winarta, S.IK dalam pidato pembukaan menyampaikan sejumlah harapan dari gelaran istigoshah ini. Di antaranya, Kapolres berharap melalui para tokoh agar sama-sama bersinergi dalam mengawal Pemilu yang damai serta bermartabat.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy dalam sambutannya menyitir bahwa tahun ini disebut tahun politik. Untuk itu, Bupati juga mengharap kepada semua pihak memberikan edukasi kepada masyarakat agar Pemilu ini berjalan dengan menjunjung tinggi 4 (empat) macam ukhuwah dalam ajaran agama Islam yakni; ukhuwah nasyabiyah, ukhuwah wathaniyah, ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah basyariyah.

Lebih jauh Bupati Sukiman menyampaikan bahwa Lombok Timur baru beberapa bulan lalu telah menggelar Pilkades serentak dan Pilkada Bupati dan Gubernur NTB.

Menurutnya, pengaruh dari suasa itu masih dirasakan hingga sekarang yakni adanya konflik horizontal akibat dari perbedaan pilihan sebagai konsekwensi demokrasi. ‘’Janganlah karena perbedaan pilihan membuat masyarakat tidak saling bertegur sapa sesama kita,’’ katanya.

Tausyiyah dalam istigoshah tersebut disampaikan oleh TGH Adnan Haris, Lc. Pimpinan Ponpes Al-Muhyidin NW Debok Desa Embung Raje, Kecamatan Terara, Lombok Timur.

Salah satu pandangan yang disampaikan tuan guru terkait Pemilu Damai, adalah menjadi kewajiban seluruh ummat manusia untuk memelihara ukhuwah seperti yang disampaikan Bupati.(kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply