Sejumlah Kades Pertanyakan LCW Soal Rencana Pengawasan Desa

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Lombok Coruption Word (LCW) menyebar informasi melalui medsos atas rencana akan menempatkan tim pemantau di tiap desa. Informasi yang disebarkan LCW melalui group WhatsApp Lombok Discution Club (LDC) bermaksud untuk melakukan pengawasan terhadap pengelolaan dana desa, selain katanya, akan membantu desa dalam hal pembinaan di desa bersinergi dengan para pendamping desa.

Ketua Forum Kades Kecamatan Keruak yang juga Kades Montong Belai, Lalu Murdi.

Menanggapi hal tersebut, wartawan Lombok Today (https://lomboktoday.co.id) mewawancarai sekitar 9 kepala desa dari 15 desa di wilayah Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, ditemui di kantor Camat Keruak, Selasa (26/2) saat mereka berkumpul untuk pengambilan e-KTP rakyatnya masing-masing secara kolektif.

Ketua Forum Kades Kecamatan Keruak Lalu Murdi yang juga Kepala Desa Montong Belai dengan tegas mengatakan, rencana kedatangan tim dari LCW ke desanya sesuai informasi tersebut, itu tidak masalah. Tapi, jika terlalu jauh bertindak, apalagi bahasanya akan melakukan pengawasan, tentu pihaknya akan pertanyakan legalstandingnya.

Lebih jauh Mamiq Murdi, sapaan akrab Lalu Murdi menjelaskan, soal pengawasan sudah ada Inspektorat selaku badan pengawas negara yang secara berkala mengevaluasi atau mengaudit kegiatan di desa. ”Apanya yang akan diawasi oleh LCW, kan sudah ada Inspektorat sebagai lembaga yang dibentuk negara untuk mengawasi kam,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Kades Keruak Muhdim menyebut, pada prinsipnya tidak masalah dengan rencana LCW yang akan menempatkan orangnya di desa sepanjang tidak menjadi beban desa. Dan yang terpenting pula kata Muhdim, tim tersebut tidak ada kewajiban hukum pemerintah desa untuk harus melayaninya.

Soal rencana pembinaan oleh LCW masih dipertanyakan oleh Kades Setungkeplingsar, Saipul Muslimin. Ia mempertanyakan kapasitas dan kapabilitas LCW melakukan pembinaan,. ”Apa kavasitas LCW melakukan pembinaan. Pendanping desa yang sudah ada saja masih nol dalam pembinaan di desa,” kata Saipul Muslimin.(kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply