Wagub NTB Tegur Kepala OPD

Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperhatikan data dalam membuat perencanaan agar perencanaan yang dibuat tidak mengalami kekeliruan ke depannya. Hal itu disampaikan saat mengadiri Rakor Penerimaan dan Penandatanganan Kinerja Retribusi Daerah dan Perimbangan Pendapatan Lainnya, di Hotel Aston Inn Mataram, Rabu (27/2).

‘’Kita perlu membedah data. Kadang-kadang kalau melihat data secara umum saja, pengambilan kesimpulan bisa keliru. Tapi, kalau bedah secara rinci, kita bisa menyimpulkan dengan benar dan mengetahui apa yang harus dilakukan,’’ kata Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalillah.

Wagub Rohmi mengatakan, tugas OPD adalah bagaimana sungguh-sungguh mengoptimalkan kinerja pada masing-masing OPD dengan cara digali, diprediksi, dan perencanaan yang bisa dirukur. ‘’Saya berharap di setiap OPD itu ada yang kerjanya bedah data. Semua OPD harus punya. Tidak mungkin kepala dinas membedah data itu sendiri, karena kepada dinas itu yang memutuskan ke mana arah yang harus dituju dengan data yang telah dibedah tersebut,’’ ungkapnya.

Wagub Rohmi mengatakan, semua pasti tahu yang harus dilakukan untuk mencapai target dan bisa diraba-raba dengan baik. Ia menyampaikan, perancanaan yang dilakukan jangan sampai dibuat dengan asal-asalan.

‘’Semua bidang harus ada target, jangan sampai ada yang tidak tahu targetnya. Semua harus jelas agar apa kekurangan dan kelebihan kita ini dapat diketahui. Jika sudah begitu, tinggal meminimalisir kekurangan dan meningkatkan lagi kelebihan masing-masing,’’ ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Pengelolaan dan Pendapatan Daerah (Bappenda) Provinsi NTB, H Iswandi memaparkan kondisi pendapatan daerah dan rencana yang akan dilakukan dalam periode pemerintahan saat ini.

‘’Pertemuan ini sangat strategis, karena dihajatkan untuk mengoptimalkan kinerja kita. Beberapa rencana yang akan kita lakuan ke depannya akan kita bahas di sini, mengingat pendapatan bukan hanya dilakukan oleh Bappenda,’’ katanya.

Ia menyampaikan, Bappenda selama dua tahun ini melaksanakan bimtek untuk memaksimalkan kinerja Bappenda. Beberapa rencana yang akan dilakukan antara lain revisi dan sosialisasi perda retribusi daerah, melaksanakan bimtek bendahara, menerapkan kebijakan earmarking retribusi.

Selain itu, membentuk tim pembina retribusi daerah, pemutakhiran data potensi berkelanjutan, rapat koordinasi, evaluasi, rekonsiliasi & monitoring penerapan aplikasi e-retribusi dan e-tiket pada seluruh layanan berbayar.(dra)

Kirim Komentar

Leave a Reply