Hari Jadi NW ke-66, Momentum Perekat Persatuan NKRI

Diawali Hiziban Serentak se-Indonesia

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Organisasi Nahdlatul Wathan (NW) yang didirikan Al Magfurullah Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, akan merayakan Hari Jadi (HADI) ke-66 di Kota Mataram, Sabtu, 2 Maret 2019 mendatang.

Puncak kegiatan ini akan diawali dengan pembacaan Hizib NW se-Indonesia yang disiarkan langsung melalui live streaming yang dipusatkan di Kota Mataram, Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua PW NW NTB, Raden TGB Zaenuddin Atsani (kiri) dan Sekretaris Wilayah PW NW NTB, Dr Fahrurrazi Dahlan.

”Hiziban serentak yang bertajuk ‘Nusantara Berhizib’ akan digelar mulai pada pukul 07.30 Wita, dan akan diikuti di seluruh Nusantara di mana ada pengurus wilayah NW berada,” kata Ketua Pengurus Wilayah NW NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) KH Muhammad Zainuddin Atsani, saat melaksanakan rapat persiapan, di kediamannya, Mataram, Kamis (28/2).

Lanjut TGB panggilan akrabnya, HADI NW ke-66 itu adalah perayaan yang ke tiga kalinya, sejak dicetuskan pada 2017 lalu. ”Alhamdulillah, dulu Maulanasyaikh mencetuskan istilah Hultah NWDI. Dan kami sebagai penerus ninikda mencetuskan istilah HADI NW, untuk merayakan hari lahirnya organisasi NW. Jadi, sekarang ini NW punya agenda tahunan tambahan selain Hultah NWDI,” ungkapnya.

Untuk lokasi, yang awalnya dipusatkan di kediaman Ketua Umum PBNW, Hj Sitti Raihanun Zainuddin AM, tapi karena banyak masukan dari pengurus dan jamaah NW, bahwa lokasi tersebut tidak akan mampu menampung jamaah yang akan menghadiri peringatan HADI ini, PW NW mengambil keputusan bahwa lokasi perayaan akan dipusatkan di Lapangan Sangkareang Kota Mataram.

”Ini adalah aspirasi jamaah yang tidak bisa secara langsung dapat mengikuti pengajian langsung, karena lokasi yang sempit dan tidak bisa menampung jamaah yang hadir,” kata Sekretaris PWNW Dr H Fahrurrazi.

Fahrurrazi menjelaskan, untuk tamu yang akan diundang, PWNW NTB sudah berkirim undangan kepada Gubernur NTB, Kapolda NTB, Wali Kota dan Bupati se-NTB. Pengurus organisasi, pimpinan pondok pesantren, kepala sekolah/madrasah NW se-pulau Lombok dan warga NW serta kaum muslimin dan muslimat. ”Insya Allah lokasi yang disiapkan panitia bisa menampung jamaah yang akan hadir. Kalaupun tidak muat di dalam lapangan jamaah bisa duduk di halaman kantor-kantor pemerintahan di Kota Mataram, kebetulan juga kantor libur,” ujarnya.(sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply