Irzani: Zero Waste Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa

 

Calon Anggota DPD RI Nomor Urut 30, H Irzani.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Program unggulan Pemerintah Provinsi NTB, Zero Waste dinilai bisa menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat pedesaan. Program yang ramah untuk kelestarian lingkungan ini, juga selaras dan linier dengan pengembangan pariwisata di daerah ini. ‘’Ada kekuatan dan semangat yang sangat besar bila program NTB Zero Waste ini dimaksimalkan sampai ke desa-desa. Selain pariwisata makin membaik, juga perekonomian masyarakat di pedesaan bisa terungkit,’’ kata Calon Anggota DPD RI Batik Ijo Nomor Urut 30 Dapil NTB, H Irzani, Rabu (6/3).

Menurutnya, dengan pendekatan Zero Waste, konsep bank sampah bisa dikembangkan di setiap desa yang ada di NTB ini. Sampah yang tadinya dianggap tidak berguna dan tidak punya nilai ekonomis, akhirnya bisa dikelola sebagai sesuatu yang menjanjikan dan menghasilkan uang.

Irzani mengaku sangat mendukung upaya Pemprov NTB mendorong pertumbuhan bank sampah di tiap desa. Dengan demikian, masyarakat bisa teredukasi tentang pentingnya kebersihan dan menjaga lingkungan. ‘’Bank sampah ini kan sampah rumah tangga di masyarakat bisa dibayar dan punya nilai ekonomis. Sehingga dengan manfaat itu masyarakat tentu akan mulai teredukasi, misalnya tentang kebiasaan untuk memilah sampah organik dan anorganik dari rumah tangga,’’ ungkapnya.

Dalam jangka panjang, kata Irzani, keberadaan bank sampah di desa juga akan mengikis dan meminimalisir volume sampah yang dibawa ke tempat pembuangan sementara (TPS). Juga akan mereduksi praktik membuang sampah sembarangan, yang selama ini masih banyak ditemukan.

Irzani menjelaskan, jika bank sampah sudah terbangun di desa, maka peluang selanjutnya bisa dikembangkan oleh Pemdes atau BUMDes dengan mempercantik lingkungan desa. ‘’Tentu akan tumbuh juga UMKM di sektor kerajinan misalnya, kelompok wanita yang berkreasi membuat kerajinan dari bahan bekas atau recyling. Ini kan potensi juga,’’ ujarnya.

Setelah pengelolaan sampah setiap desa sudah siap dan baik, maka ditawarkan mengubah sampah plastik menjadi BBM dan sampah plastik menjadi Pavinblok. Pada akhirnya  benar-benar sampah membawa berkah.

Jika lingkungan sudah bersih, maka bisa juga didesain konsep kampung atau desa warna-warni, sebagai destinasi baru pariwisata, seperti Desa Warna-Warni di Semarang, atau pun Kampung Pelangi di Kota Malang. ‘’Yang jelas, NTB Zero Waste ini akan mendukung banyak peluang, baik di sektor pariwisata maupun sektor UMKM pedesaan. Dan yang lebih penting ada perubahan mindset masyarakat bahwa sampah yang tadinya jadi masalah, kini bisa membawa berkah,’’ pungkasnya.(sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply