Bayi Telantar Itu Masih Terbaring di Puskesmas Jerowaru

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTIDAY.CO.ID – Sungguh malang dan memilukan nasib bayi sebatang kara berumur 5 bulan itu. Warga Dusun Ujung Betok, Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur itu, masih terbaring di Puskesmas Jerowaru.

Pantauan Lombok Today (https://lomboktoday.co.id), di Puskesmas Jerowaru, Senin (11/3), bayi malang tanpa ayah dan ibu di sisinya, kini sudah 2 hari terbaring di Puskesmas untuk mendapatkan perawatan intensif, karena menderita gizi buruk dengan berat badan kurang dari 2 kg.

Inilah bayi malang yang masih terbaring di Puskesmas Jerowaru.

Kemana ayah dan ibu kandung sang bayi..? Menurut penuturan Inaq Raudah, selaku nenek angkat dari sang bayi menuturkan, ibu kandung bayi kini masih berada di penampungan di Jakarta hendak pergi menjadi TKW ke Saudi. Sedangkan ayah kandungnya entah kabur ke mana, tidak ada yang tahu sejak bayi masih dalam kandungan.

Diperkirakan ayah sang bayi pulang ke Jawa, karena diketahui berasal dari Jawa tanpa diketahui alamat pastinya. Ayah angkat bayi yang juga anak kandung Inaq Raodah (nenek angkat bayi) bernama Jalaluddin yang ikut menjaganya di Puskesmas, mengaku pernah menikah dengan ibu kandung sang bayi malang itu.

Jalaludin menyebut bahwa ibu kandung sang bayi adalah wanita bernama Saibi yang berasal dari Kamboja, namun dinikahinya di Malaysia. Sekitar tahun 2000-an, Jalaludin membawa Saibi pulang ke Lombok dan berumah tangga hingga dikaruniai 2 orang anak. Namun seiring perjalanan waktu, Jalaluddin menceraikan Saibi.

Pascabercerai dari Jalaluddin, sekitar tahun 2005 lalu, Saibi pergi lagi ke Malaysia. Sekitar 2 tahun di Malaysia, Saibi bukannya pulang ke Negara asalnya di Kamboja, malah kembali ke kampung Jalaluddin di Lombok. Tapi, kedatangannya kembali ke Ujung Betok, Saibi bersama seorang pria yang diakui sebagai suami baru dan mengaku telah menikah di Malaysia.

Sebagai orang yang pernah bermasyarakat di Ujung Betok, warga sekitar tidak mempersoalkan kedatangan Saibi kembali termasuk mantan suami pertama, meskipun bukan warga asli. Dan Saibi dibiarkan menetap bersama suami barunya di Ujung Betok hingga dikaruniai 1 orang anak yang kemudian suami kedua Saibi meninggal dunia.

Pasca ditinggal mati oleh suami keduanya, Saibi merantau ke Bali untuk bekerja. Sekitar 1 tahun merantau ke Bali, Saibi kembali ke Ujung Betok, lagi-lagi bersama seorang pria asal Jawa yang dikenalnya di Bali.

Kata Jalaluddin, Saibi pulang kembali ke Ujung Betok bersama kekasih barunya dengan maksud ingin melangsungkan pernikahan dengan pria baru yang disebut bernama Tina.

Dengan niat baik, Jalaluddin yang pernah hidup serumah dengan Saibi, mengajak warga sekitar untuk menikahkan Saibi dengan Tina. Dan warga sekitar lagi-lagi tidak mempersoalkan Saibi dan Tina menetap di Ujung Betok.

Namun nasib berkata lain, dalam kondisi hamil besar buah perkawinan dengan Tina, Saibi malah ditinggalkan sendiri oleh Tina hingga Saibi melahirkan bayi tanpa Tina di sisinya. Lagi-lagi Saibi dengan segala keterbatasan harus merawat bayinya seorang diri dengan mengharap belas kasihan warga sekitar.

Namun dalam usia bayi perempuan yang telah diberi nama Indri, baru berusia 5 bulan, tepatnya ahir Februari 2019 lalu, Saibi memutuskan berangkat menjadi TKW ke Saudi melalui sebuah agen tenaga kerja.

Buah hati yang masih disusuinyapun dititip pada sepasang suami istri bernama Sapriadi dan Ida, sahabatnya beralamat di Ujung Barat Serumbung, masih wilayah Desa Pemongkong juga. Tapi hanya seminggu sejak kepergiannya, Saibi terus menelpon Ida tempat bayinya dititip.

Sapriadi dan Ida membenarkan dirinya terus ditelpon oleh Saibi meminta agar bayinya diantarkan kembali ke Ujung Betok ke alamat Jalaluddin mantan suami pertamanya.

Sapriadi dan Ida sempat menolak untuk mengantarkan sang bayi. ‘’Kami awalnya tetap tidak mau mengantar bayi ini ke Ujung Betok, kami tidak bermaksud mengadopsi bayi ini melainkan dengan rasa kasihan berniat membantu Saibi merawat dan memelihara bayinya hingga sang ibu kandungnya pulang,’’ kata Sapriadi kepada Lombok Today (https://lomboktoday.co.id) saat menjenguk sang bayi di Puskesmas Jerowaru seraya menambahkan, karna terus dimintai untuk mengantar bayi ke Jalaluddin, ahirnya ia pun mengantarnya.

Ketulusan hati Jalaludin dan papuk Raudah, bayi tersebut diterimanya. Namun kondisi sang bayi terus menurun tanpa Jalaludin dan papuk Raudah bisa berbuat banyak.

Baru pada Minggu kemarin (10/3) anggota Polmas Desa Pemongkong menemukan di rumah Jalaluddin ada seorang bayi tanpa ibu bapak dalam keadaan sakit dan kondisi memprihatinkan.

Polmas melaporkan hal itu ke Kapolsek Jerowaru dan Kapolsek berkoordinasi dengan Camat dan dua kepala wilayah ini serentak  menunju lokasi. Tanpa berpikir panjang, camat dan Kapolsek memboyong bayi tersebut ke Puskesmas Jerowaru guna segera mendapat perawatan.

Camat Jerowaru Jumase ditemui di ruang kerjanya membenarkan hal ini. Dan camat telah melaporkan hal ini ke Bupati melalui Kabag Kesra Setkab Lotim. ‘’Seperti apa kelanjutan dari penanganan dan pemeliharaan bayi malang itu, kami menunggu arahan Bupati,’’ kata Camat.(kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply