Wagub NTB Buka Workshop Revitalisasi Posyandu dan Bank Sampah

Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalillah (dua dari kiri) saat membuka Workshop Revitalisasi Posyandu dan Bank Sampah, di Ruang Rapat Bappeda Provinsi NTB, Senin (11/3).

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Hj Sitti Rohmi Djalillah membuka Workshop Revitalisasi Posyandu dan Bank Sampah, di Ruang Rapat Bappeda Provinsi NTB, Senin (11/3). Revitalisasi Posyandu dan Bank Sampah merupakan dua program yang sangat dibutuhkan ke depannya untuk mewujudkan NTB yang bersih.

Kebersihan erat kaitannya dengan kesehatan, ditambah NTB adalah daerah wisata. Sehingga, kebersihan adalah suatu hal yang sangat penting untuk keberhasilan pembangunan di NTB. Kegiatan yang setiap bulan dilakukan di desa dan dusun adalah Posyandu dengan memberikan pelayanan kesehatan dasar, memberikan makanan tambahan. Fasilitas Posyandu juga memiliki standar lengkap yang diberikan kepada masyarakat, dimulai dari bayi, ibu hamil sampai dengan lansia.

Sehingga banyak hal-hal yang bisa di proteksi sejak dini. ‘’Seperti Posyandu keluarga, masyarakat dusun bisa konsultasi semua hal terkait kesehatan,’’ kata Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalillah.

Dalam workshop ini, Wagub Rohmi menjelaskan, bahwa nantinya di Posyandu akan diadakan penyuluhan yang dilakukan oleh kader Posyandu dan tenaga kesehatan yang ditugaskan di desa atau dusun setempat. Penyuluhan yang dilakukan bukan hanya terkait kesehatan, tetapi juga lingungkan, sosial yang terjadi di desa atau dusun tersebut. ‘’Jadi, penyuluhan Posyandu ini disesuaikan dengan kondisi atau masalah yang ada di dusun tersebut, entah itu gizi buruk, lingkungan, pernikahan anak atau lainya,’’ ungkapnya.

Wagub Rohmi menekankan bahwa kegiatan ini dianggarkan oleh desa melalui APBDes. Hal ini bukan persoalan biaya, tapi ini cara berpikir untuk mengawal dan mensejahterakan masyarakat. Selain program revitalisasi Posyandu dalam workshop ini, Wagub Rohmi juga membahas tentang Zero Waste. Sampah sudah menjadi isu dunia dan tidak bisa dilepaskan dari masalah kesehatan. ‘’Jadi, sudah waktunya untuk memerangi masalah sampah, dengan adanya bank sampah kita buat sampah ini menjadi berkah bukan musibah,’’ ujarnya.

NTB sudah menginisiasi bank sampah sejak 2018 dan diharapkan ke depannya NTB memiliki industri daur ulang, sehingga perputaran uang dari sampah yang dihasilkan ini untuk masyarakat. Kemajuan program ini tergantung dari kabupaten/kota untuk terus mengkoordinir kepala Desa untuk menganggarkan bank sampah. ‘’Provinsi siap melakukan penyuluhan dan bimbingan. Yang penting sekarang respon dan implementasi secara ril dari 10 kabupaten/kota di NTB,’’ jelasnya.

Wagub Rohmi berharap provinsi, kabupaten/kota dan desa dapat bersinergi dengan baik, agar semua berjalan dengan lancar.(dra)

Kirim Komentar

Leave a Reply