Gempa Beruntun Guncang Lombok, Puluhan Warga Terluka dan 5 Meninggal

Para korban gempa Lombok saat dirawat petugas medis.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Gempa bumi kembali mengguncang Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Setidaknya gempa beruntun terjadi pada Minggu sore (17/3) yakni dengan kekuatan magnitudi 5,8 terjadi pada pukul 14.07 WIB atau 15.07 Wita, dan magnitudo 5,2 tepat pukul 14.09 WIB atau 15.09 Wita.

Goncangan gempa terasa tidak hanya di Pulau Lombok, namun juga dirasakan di Pulau Sumbawa. Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat melaporkan, sejumlah rumah rusak, puluhan warga terluka dan sekitar 40 wisatawan terjebak di lokasi wisata air terjun Tiu Kelep, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), lantaran terjadi longsor akibat gempa tersebut.

Bahkan dilaporkan, dari 40 wisatawan tersebut, dua wisatawan asal Malaysia tewas karena tertindih longsoran. Tim BPBD bersama pihak terkait saat ini masih melakukan proses evakuasi terhadap korban dan wisatawan yang terjebak longsor tersebut.

Sementara di Kabupaten Lombok Timur sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, dan puluhan warga mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan dan genteng.

Rumah warga yang rusak terkena gempa Lombok.

Adapun nama-nama korban yang mengalami luka-luka di antaranya;

Kecamatan Pringgasela:

  1. Zulkifli (28 tahun), laki-laki, alamat Dusun Aik Ngempok, Desa Pengadangan, mengalami luka di bagian jari tangan kiri dan tangan kanan.
  2. Daffat Zaen Al Faruk (3 tahun), laki-laki, alamat Dusun Aik Ngempok, Desa Pengadangan, mengalami luka ringan di bagian kepala sebelah kiri.

Kecamatan Sembalun:

  1. Edi Rustaman (30 tahun), laki-laki, Polri, alamat Dusun Dasan Tengak Barat, Desa Sembalun, mengalami luka di kepala sepanjang 4 cm akibat terkena genteng rumahnya.
  2. Deri (1 tahun), laki-laki, pelajar, alamat Dusun Lendang Luar Desa Sembalun, mengalami benjolan di kepalanya akibat terkena tembok rumahnya.
  3. Hamdani (28 tahun), laki-laki, tukang, alamat Jerowaru.
  4. Rendi (18 tahun), laki-laki, pelajar, alamat Dusun Lendang Luar, Desa sembalun.
  5. Yogi Prima Mei Gandi (24 tahun), alamat Dusun Mentagi, Desa Sembqlun, mengalami luka robek di tangan dan kaki akibat pecahan kaca jendela rumahnya.

Kecamatan Sambelia:

  1. Rifki Suherman (15 tahun), alamat Dusun Tampi Asih, Desa Belanting, terkena jatuhan piring.

Kecamatan Aikmel:

  1. Jaurah (33 tahun), alamat Kembang Kerang Lauq Barat, menderita kepala bocor tertimpa genteng.
  2. Teguh Winata (3 tahun), alamat Kembang Kerang Lauq, kepala tertimpa genteng.
  3. Nizar alias Amaq Nufus (30 tahun), alamat Kampung Karya, Desa Aikmel, pelipis dijahit.
  4. Hikmawati (25 tahun), alamat Dusun Beru, Desa Aikmel, terkena luka tangan kiri sobek.
  5. Fatur (18 bulan), alamat Kampung Karya Desa Aikmel, kepala bocor tertimpa reruntuhan.

Sedangkan penambahan 15 nama korban gempa bumi Lombok yang mengalami luka-luka:

  1. Upik (6 tahun), alamat Lendang Cempaka, luka kepala.
  2. Riska Tanwir (19 tahun), alamat Gunungsari, lecet di lengan.
  3. Kania Pratiwi (20 tahun), alamat Gunungsari, luka di kepala.
  4. Reza Alfian (20 tahun), alamat Gunungsari, luka di tangan dan di muka.
  5. Pang Kim Wah (56 tahun), WNA asal Malaysia, luka di lengan.
  6. Tan Cing Chuan (62 tahun), WNA asal Malaysia, luka di kepala lengan dan kaki.
  7. Wong slew Tan (56 tahun), WNA asal Malaysia, luka di kepala.
  8. Gurit Antariksa (17 tahun), asal Marong Lombok Tengah, luka di betis.
  9. Lalu Arga Dimas Fernanda (18 tahun), warga Marong Lombok Tengah, luka di betis.
  10. Sumawi (30 tahun), asal Bayan Lombok Utara, luka di kaki dan wajah.
  11. TEoh Zheng Yi (20 tahun), WNA asal Malaysia, luka kaki dan tangan.
  12. Phua Poh Guax (56 tahun), WNA asal Malaysia, patah kaki.
  13. Koks Shao (60 tahun), WNA asal Malaysia, luka di tangan.
  14. Dik Thai Bang (57 tahun), WNA asal Malaysia, luka di kaki.
  15. Lim (63 tahun), WNA alas Malaysia, luka punggung dan lengan.

”Korban luka-luka akibat gempa bumi ini berjumlah 28 korban. Bertambahnya jumlah korban luka-luka itu, bersumber dari wisatawan yang terjebak longsor di kawasan wisata air terjun Tiu Kelep, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU),” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, H Muh Rum, Minggu (17/3).

Sedangkan yang meninggal dunia hingga saat ini, kata Rum, tercatat 5 orang. 3 di antaranya warga Lombok Timur, dan dua orang sisanya adalah wisatawan asing asal Malaysia.

”Puluhan korban luka-luka tersebut, saat ini sedang mendapatkan perawatan dari petugas medis yang turun ke lokasi. Proses evakuasi terus dilakukan dan korban luka-luka di antaranya wisatawan asing dan domestik.mereka terkena luka di bagian kaki, kepala, punggung dan tangan lantaran tergelincir akibat gempa disertai longsor,’’ ungkapnya.(sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply