Ratusan Massa Gedor Pengadilan Negeri Mataram

Ratusan massa dari Aliansi Masyarakat untuk Keadilan (AMUK) NTB saat menggelar aksi unjuk rasa di depan PN Mataram.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Ratusan massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat untuk Keadilan (AMUK) NTB, berunjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Mataram, Senin (18/3).

Massa mendesak hakim untuk memberikan putusan hukum yang seadil-adilnya bagi pihak yang berperkara. Massa mensinyalir ada hakim yang menjalani komunikasi dengan pihak yang berperkara. Kendati demikian, massa tidak mengungkap siapa hakim yang dimaksud.

Koordinator Aksi, Ruslan mengindikasi pengadilan telah menyalahi aturan hukum yang ada. ‘’Pengadilan di NTB, khususnya Pengadilan Negeri Mataram selama ini diindikasikan banyak menyalahi aturan dalam memutuskan suatu perkara,’’ katanya saat berorasi di depan PN Mataram, Senin (18/3).

Salah seorang orator saat berorasi.

Dia meminta agar hakim bersifat netral dan profesional dalam menjalani tugas sebagai tangan Tuhan ini. ‘’Kita ingin pengadilan dan para hakim yang menegakkan hukum bekerja secara profesional, dan harus memutuskan suatu perkara sesuai fakta persidangan. Jangan sampai memutuskan perkara karena ada bisikian dari balik layar,’’ ungkapnya.

Salah seorang orator, Lalu Nurasaid meminta hakim untuk tidak membedakan latar belakang para pihak yang berperkara dalam memutuskan perkara. ‘’Jangan sampai masyarakat hilang kepercayaan kepada penegak hukum, khususnya peradilan,’’ katanya.

Orator lain, Abdul Qadir Jailani meminta para penegak hukum di PN Mataram untuk memecat dan memberikan sanksi tegas pada setiap hakim yang kedapatan bermain perkara.

Aksi massa tersebut diakhiri dengan melempari pengadilan dengan telur busuk. Langkah tersebut sebagai protes sikap hakim yang dituding bermain perkara.

Massa yang diiringi Gendang Beleq ini, kemudian melanjutkan aksi mereka di Pengadilan Tinggi Mataram. Massa juga secara resmi melaporkan oknum hakim yang dituding bermain perkara.(sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply