Izin Amdal BTN Labuhan Haji Dipertanyakan

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Masyarakat Labuhan Haji, Lombok Timur, yang berada di sekitar lokasi pembangunan perumahan BTN yang dilaksanakan oleh PT Yulia Andriana Mandiri, dipertanyakan izin Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang dikeluarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kabupaten Lombok Timur.

Kadis LHK Kabupaten Lombok Timur, H Marhaban (kanan) dan Kabid PRLH, Aris Munandar (kiri).

Keterangan yang dihimpun Lombok Today (https://lomboktoday.coid) di lapangan menyebutkan, masyarakat merasa terganggu kenyamanannya terutama penggunaan jalan lingkungan oleh rutinitas kendaraan proyek yang keluar masul lokasi proyek. ‘’Kenyamanan kami sangat terganggu oleh kendaraan proyek yang keluar masuk karena menggunakan jalan lingkungan,’’ cetus salah seorang warga setempat yang tidak bersedia sebut identitasnya.

Warga menginginkan katanya, developer yang bekerja diminta untuk membuat alternatif akses jalan sendiri, sehingga tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas LHK Lombok Timur, H Marhaban yang didampingi Kabid Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup, Aris Munandar menjelaskan, izin Amdal pembangunan BTN yang diberikan kepada PT Yulia Andriana Mandiri selaku pengembang, telah dilakukan kajian mendetail atas semua aspek persyaratan terbitnya sebuah izin Amdal. ‘’Kami tidak gegabah mengeluarkan sebuah keputusan Amdal tanpa kajian menyeluruh,’’ ungkap Aris Munandar.

Mengenai jalan yang selama ini dikomplin oleh masyarakat, disebutnya bukan ranah yang menjadi kewenangan pihak KLH melainkan menjadi persoalan masyarakat dengan developer. Sebab katanya, akses jalan suatu kegiatan pembanunan tidak masuk dalam aspek kajian Amdal.

Kendati demikian, pihak KLH tidak diam dalam menyikapinya, pihaknya ikut membantu mempasilitasi dan memediasi antara masyarakat dengan perusahaan pengembang.

Terbukti katanya, sudah berkali-kali pihak LHK melakukan pertemuan di kantor camat Labuhan Haji namun hingga kini masih jalan buntu belum ada titik temu. ‘’Masih dalam negosiasi antara warga dengan pihak pengembang,’’ tutupnya.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply