Bajang Batujai Bertekad Melawan Praktik Money Politics

LOMBOK TENGAH, LOMBOKTODAY.CO.ID – Pemilu 2019 yang akan diselenggarakan beberapa minggu lagi, tepatnya pada hari Rabu, 17 April 2019 mengusik komitmen Bajang Desa Batujai untuk melawan dan melakukan upaya preventif bahkan mendorong adanya penindakan tegas dari penyelenggara pemilu dan penegak hukum untuk praktik-praktik politik praktis dan money politics.

Wahyu Suriady Azhar.

‘’Kita sudah membuat jaringan kerja bajang per dusun dengan basis monitoring per TPS bahkan masuk ke mukim-mukim untuk menjaga desa dan melawan praktik money politik,’’ kata Wahyu Suriady Azhar, salah seorang pegiat Gerakan Bajang Batujai Anti Money Politics, Selasa (26/3).

Ia terus melakukan konsolidasi dan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang rawan masyarakatnya diserang sembako dan money politics. Titi-titik tersebut nanti akan dikoordinasikan dengan Bawaslu, Panwascam, Pemerintah Desa, Badan Keamanan Desa dan kepolisian, gelagat dan indikasi akan adanya praktik itu sudah ada. Ia pun mencatat nama-nama warga yang diberikan uang dari Rp50.000 bahkan lebih. Demikian juga lembaga-lembaga pendidikan non formal dan yayasan, sudah dilobby-lobby bahkan diimingi beberapa jenis bantuan dan barang.

Ini semua sudah dideteksi dan disinyalir kuat akan dijalankan minggu akhir, masa tenang bahkan malam menjelang pencoblosan surat suara.

Hal senada juga disampaikan Muhammad Marjan. Ketua Parade Desa Batujai, sebuah paguyuban pemuda desa yang juga konsen pada Gerakan ini berharap kepada Bawaslu dan kepolisian untuk bersama-sama dalam ambil langkah tegas terhadap pelaku-pelaku praktik seperti ini.

‘’Yang jelas, kami selaku pemuda desa akan menangkap dan membawa ke proses hukum terhadap pelaku yang kami temukan di Desa Batujai,’’ katanya dengan bersemangat.(sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply