Senaru Perlu Segera Dipulihkan dari Trauma Psikologis Wisatawan

LOMBOK UTARA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Dampak gempa masih terasa bagi sektor pariwisata di Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Caleg DPRD NTB dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Lalu Nofian Hadi.

Sejumlah destinasi di Kabupaten Lombok Barat seperti kawasan pantai Senggigi dan destinasi wisata di Kabupaten Lombok Utara seperti tiga gili dan Senaru belum sepenuhnya pulih. Kondisi ini menjadi perhatian Caleg DPRD NTB dari PKS nomor urut 11 Dapil Lombok Barat dan Lombok Utara, Lalu Nofian Hadi.

Menurut Nofian, pemerintah daerah dalam hal ini, Pemprov NTB, Pemkab Lombok Barat, dan Pemkab Lombok Utara, pelaku industri wisata, dan masyarakat harus bekerja lebih keras guna memulihkan sektor pariwisata tersebut.

Nofian mengambil contoh kawasan Senaru yang selama ini dikenal sebagai salah satu pintu masuk jalur pendakian Gunung Rinjani. Dampak gempa yang melanda Lombok pada tahun lalu membuat kunjungan wisatawan di Senaru menurun drastis. Hal ini tak lepas dari ditutupnya jalur pendakian Gunung Rinjani.

‘’Senaru harus menjadi perhatian bersama agar bisa kembali pulih karena mengalami tantangan yang begitu besar, khususnya trauma psikologis wisatawan,’’ kata Nofian, Jumat (29/3).

Citra pariwisata Senaru, kata Nofian, semakin anjlok lantaran insiden meninggalnya dua wisatawan Malaysia dan satu pramuwisata lokal akibat tertimpa longsoran di kawasan wisata air terjun Tiu Kelep pada saat gempa melanda Lombok, Ahad (17/3) lalu.

Menurut Nofian, kejadian tersebut memberikan pelajaran besar bagi pemerintah daerah untuk memetakkan dan mitigasi bencana di destinasi wisata. Nofian menilai, pemda bisa memberikan petunjuk objek wisata mana saja yang aman dan tidak aman untuk dikunjungi saat ini. ‘’Pemda bisa memberikan petunjuk dan informasi tentang gambaran kondisi destinasi wisata kita yang aman untuk dikunjungi,’’ ungkapnya.

Selain itu, Nofian berharap pemda mengadakan kegiatan pariwisata di Senaru untuk mendorong geliat pariwisata di wilayah tersebut dan mengirimkan pesan bahwa Senaru aman untuk dikunjungi.

‘’Tidak perlu saling menyalahkan, kasihan masyarakat Senaru yang menggantungkan hidupnya dari pariwisata. Tapi, mari bersama-sama kita buat event pariwisata di sana agar dunia luar tahu bahwa Senaru aman dan nyaman dikunjungi kembali,’’ ujarnya.

Nofian memandang kejadian kemarin memberikan momentum NTB mengenalkan Senaru kepada wisatawan, khususnya wisatawan Malaysia.

Nofian menilai, aksi cepat tanggap dan pelayanan terbaik sudah cukup maksimal dilakukan pemda dalam menangani wisatawan Malaysia yang menjadi korban. Hal ini, lanjut Nofan, juga mendapat apresiasi dari pemerintah Malaysia.

‘’Bahkan dalam beberapa pemberitaan yang saya baca, Pemerintah Malaysia sangat mengapresiasi sikap Pemerintah Indonesia, dan Pemda di NTB pada khususnya terkait penanganan kepada warga mereka,’’ jelasnya.(sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply