Wabup Lotim Pimpin Rakor Terkait Pemilu di Lombok Timur

Suasana Rakor persiapan pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden tahun 2019 di Kabupaten Lombok Timur.

SELONG, LOMBOKTODAY.CO.ID – Wakil Bupati Lombok Timur, H Rumaksi SJ memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden tahun 2019 di Kabupaten Lombok Timur.

Rakor yang berlangsung di Ruang Rapat Utama I lantai II Kantor Bupati Lotim, Selasa (9/4), dihadiri Forkopimda, Sekda Lotim, kepala OPD, KPU Lotim, Bawaslu dan camat se-Lombok Timur.

Sekda Lotim, H Rohman Farly mengatakan, sesuai surat edaran Mendagri, hingga 17 April 2019 mendatang, baik kepala daerah hingga jajaran OPD tidak meninggalkan daerah. Akan tetapi, bagaimana mengambil bagian untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pemilu 2019. Serta, bagaimana menanggapi isu yang berkembang, terutama tentang hoax demi kepentingan tertentu itu yang harus diredam bersama.

Komisioner KPU Lotim Divisi Program dan Data, H Mulyadi menyampaikan, beberapa tahapan sudah dilewati KPU Lotim. Salah satunya, sudah melakukan pleno daftar pemilih tetap (DPT), DPT Hasil Perubahan (DPTb) dan DPK tingkat provinsi. Total akan diplenokan di pusat, yakni sebanyak 906.098 pemilih.

Untuk surat suara sudah masuk kategori aman, dan logistik ditempatkan di dua tempat di antaranya di Kecamatan Sukamulia dan Kecamatan Selong. Bilik dan kotak suara sudah 100 persen, tahapan juga sudah dilewati dengan membentuk Relawan Demokrasi yang berjumlah 150 orang, bergerak di semua lini, sosialisasi juga telah dilaksanakan oleh KPU Lotim dengan berbagi macam kegiatan terangnya.

Terkait Linmas yang telah dibentuk KPU, berharap kepada Pemda Lotim agar menganggarkan seragam untuk Linmas, serta mengijinkan untuk halaman sekolah dijadikan tempat TPS pada 17 April 2019, serta meminta ASN yang termasuk dalam KPPS, PPS dan PPK agar diberikan dispensasi.

Sementara Komisioner Bawaslu Lotim, Halidy mengungkapkan, dalam rangka pengawasan, tahapan pelaksanaan yang dilaksanakan KPU dan peserta pemilu, Bawaslu dan KPU telah bersinergi.

Dalam hal peningkatan SDM beberapa waktu lalu, telah melakukan pelantikan terhadap pengawas TPS, juga telah melakukan Bimtek untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Seluruh Panwascam melakukan identifikasi TPS rawan dengan menggunakan 4 variabel dan 10 indikator, serta akan melakukan patroli anti gerakan politik uang.

Sementara itu, Wabup Lotim, H Rumaksi SJ dalam arahannya menyampaikan, dalam rangka mendukung pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Pilpres 2019, serta meningkatkan partisipasi masyarakat, diharapkan semua jajaran kepala OPD serta para camat, agar mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019 mendatang.

Apa yang disampaikan pihak KPU Lotim terhadap seragam Linmas yang saat ini belum dianggarkan baik oleh KPU sendiri maupun Pemda. Hal tersebut akan dikoordinasikan dengan Bupati Lotim.

Selanjutnya dijelaskan Rumaksi, untuk tingkat kerawanan yang ditujukan kepada Kabupaten Lotim, itu tidak benar. Karena dalam pelaksanaan Pemilukada beberapa waktu lalu, Lotim termasuk paling aman. Untuk itu tidaklah tepat apabila Lotim dikatakan wilayah rawan konflik. ‘’Untuk itu mari kita buktikan kalau pernyataan itu salah,’’ katanya.

Senada disampaikan Kapolres Lotim, AKBP Ida Bagus Made Winarta, dalam rangka pengamanan Pemilu Presiden dan Pemilu legislatif, semua institusi ini telah melakukan sistim pengamanan Pemilu. Situasi secara umum, masih dalam keadaan kondusif, indikasi daerah rawan oleh Bawaslu RI. ‘’Kita buktikan itu salah besar, pelanggaran, pengaduan sudah masuk dalam ranah penyelidikan,’’ katanya.

Kesiapan pengamanan TPS, Polri sampai saat ini menyiapkan sejumlah 1.200 personel untuk disebar di seluruh wilayah Lotim. ‘’Masa tenang nanti akan melakukan patroli dengan di backup Satuan Kodim 1615/Lotim,’’ ungkapnya.

Cipta kondisi telah dilakukan oleh Polres Lotim dengan bertujuan menggali permasalahan yang muncul maupun yang akan muncul. Bersepakat dengan Dandim 1615/Lotim, dalam rangka menciptakan keamanan pemilu di daerah ini.

Kodim 1615/ Lotim, Mayor Arifianto menegaskan, siap membantu pemda dan Polri dalam melakukan pengalaman Pemilu 2019 di wilayah Kabupaten Lotim dalam pelaksanaannya. Personel disebar di setiap wilayah sesuai dengan wilayah binaan. ‘’Standby on call personel Kodim bersama Pasukan Yonif 742/SWY dalam mengantispasi perkembangan situasi, dengan menggunakan Mako sebagi Posko,’’ katanya.

Terakhir Kajari Selong mengharapkan netralitas para penyelenggara pemilu, agar tidak terkena tindak pidana. Berikan informasi kepada masyarakat agar pelaksanaan pemilu berjalan lancar hingga tercipta suasana yang gembira pada saat pemilihan. Antisipasi serangan fajar, penghapusan tinta hingga dapat melakukan pencoblosan kembali di tempat lain.(Kml/Adv)

Kirim Komentar

Leave a Reply