Diyakini, Bupati Sukiman Tak Izinkan Kades ke Luar Negeri

 

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Diam-diam beberapa kepala desa (Kades) di Kabupaten Lombok Timur tangah menggagas rencana jalan-jalan ke luar negeri.

Kadis PMD Kabupaten Lombok Timur, HM Juaini Taupiq.

Keterangan yang dihimpun Lombok Today (https://lomboktoday.co.id) dari beberapa kades membenarkan tengah bergulirnya wacana jalan-jalan ke luar negeri.

Gagasan itu konon muncul dari kades Labuhan Lombok, Hj Zaenab yang dikabarkan akan menggunakan perusahaan jasa travel milik Hj Zaenab sendiri.

Ide ini menuai ragam tanggapan dari para kades. Pro kontra di antara sejumlah kades mengemuka. Ada yang setuju, ada yang menolak dan ada yang masih mikir-mikir. Wacana ini hingga dibawa ke forum rapat pembahasan di kantor Dinas PMD Kabupaten Lombok Timur.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Lombok Timur, HM Juaini Taupik yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp tadi malam (24/4) mengaku belum menerima hasil pembahasan para kades.

Kendati demikian, kepala dinas menyebut bukan dalam posisi menyetujui atau tidak, namun hal tersebut kadis merasa berkewajiban moral untuk menyampaikan kepada Bupati Sukiman selaku pimpinan.

‘’Saya akan sampaikan ke Pak Bupati Sukiman meskipun sangat tipis kemungkinan akan mengizinkan,’’ kata Juaini Taupik.

Keyakinan kadis untuk tidak diizinkan oleh Bupati Sukiman, karena tidak ada urgensinya para kades harus jalan-jalan ke luar negeri.

Penolakan keras juga datang dari Ketua Forum Kepala Desa, Kecamata Jerowaru, Hayadi. Senada dengan pernyataan kadis, Hayadi yang juga Kades Sepapan ini dengan tegas mengatakan sama sekali tidak ada urgensinya kades harus meninggalkan rakyat yang tengah menghadapi berbagai persoalan hidup, sementara kadesnya asyik jalan-jalan ke luar negeri.

‘’Memang rencana ini tidak menggunakan anggaran desa namun secara pribadi. Tapi jabatan itu melekat pada kami selaku kades sudah barang tentu harus seizin bupati,’’ kata Hayadi.

Ditambahkan, dirinya merasa menghianati rakyat, kecuali dapat memberikan dampak langsung terhadap pembangunan desa. Hingga kini, rencana itu belum ada keputusan final meskipun dikhususkan bagi para kades yang berminat dan siap biaya sendiri.

Sementara itu, Kades Labuhan Lombok, Hj Zaenab Massaro belum dapat dikonfirmasi terkair dirinya sebagai penggagas, meskipun berkali-kali dihubungi via sambungan selulernya namun selalu jaringan sibuk.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply