Oknum Ketua Pokmas Lemokek Daye Terancam Pidana

‘’Karena Diduga Pindahkan Dana Bantuan Rehab Rumah Gempa ke Rekening Pribadi’’

LOMBOK BARAT, LOMBOKTODAY.CO.ID – Modus penyalahgunaan wewenang dan tanggung jawab atas penggunaan dana bantuan rehabilitasi rumah warga akibat gempa di beberapa wilayah, nampak sangat mencolok.

Ilustrasi uang Pokmas Dusun Lemokek Daye yang dipindahkan dari rekening Pokmas ke rekening pribadi Ketua Pokmas, Juaini.

Sejumlah media sempat melansir pemberitaan terkait persoalan temuan penyalahgunaan tersebut yang mengarah kepada praktik korupsi dan penyelewengan yang diduga dilakukan oleh oknum ketua kelompok masyarakat (Pokmas) Dusun Lemokek Daye.

Berdasarkan informasi yang kini tengah didalami oleh satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Dusun Lemokek Daye, Desa Babussalam, Kabupaten Lombok Barat, oknum Ketua Pokmas, Juaini diketahui telah memindahkan dana Pokmas yang terdapat di rekening Bendahara Pokmas, Tanwir ke rekening pribadinya.

Salah seorang sumber yang tidak bersedia disebut identitasnya menceritakan kronologisnya, oknum Ketua Pokmas Dusun Lemokek Daye, Juaini mengajak Bendahara Pokmas, Tanwir, keluar dengan alasan jalan-jalan. Tapi, justru mampir di bank kemudian melakukan pemindahan atau mentransfer dana bantuan milik anggota Pokmas sebanyak 46 orang dari rekening Bendahara Pokmas, Tanwir ke ke rekening pribadinya (Juaini).

Atas perbuatan oknum ketua Pokmas tersebutu, tentu dinilai telah menyalahi aturan dan harus diproses hukum karena ada indikasi penyelewengan yaitu mencari keuntungan untuk memperkaya diri.

Sumber tersebut mengatakan, data-data yang memperkuat argumennya di mana oknum ketua Pokmas berupaya mencari keuntungan sendiri dan motif praktik korupsi sudah didapatkan dari warga anggota Pokmas yang mengakui hal tersebut dengan memark up nilai harga bahan kebutuhan.

Saat dikonfirmasi via telepon, Ketua Pokmas Dusun Lemokek Daye, Juaini juga mengakui telah memindahkan dana Pokmas tersebut ke rekening pribadinya dengan alasan Bendahara, Tanwir tak ada waktu untuk mengurus Pokmas lantaran sibuk bekerja.

Sejumlah indikasi penyalahgunaan wewenang oknum ketua Pokmas juga sedang dilakukan pendalaman. Intinya bahwa memindahkan dana tanpa berita acara persetujuan dari anggota, dinilai telah melanggar aturan. Apalagi Juaini juga diketahui melakukan mark up atas harga bahan material kebutuhan anggota.(red)

Kirim Komentar

Leave a Reply