Mataram Butuh Pemimpin Baru

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Perhelatan pesta demokrasi yang akan digelar serentak tahun depan menjadi ajang spekulasi bagi para politisi yang akan menghelat pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, salah satunya adalah pemilihan wali kota dan wakil wali kota Mataram.

Sekretaris Lembaga Kajian Sosial Politik M16, Lalu Athari Fathullah.

Pascapemilu 2019, sejumlah nama dan figur kini digadang-gadang akan maju sebagi kandidat calon wali kota Mataram. Yang paling anyar terdengar nama-nama yang sudah tidak asing lagi atau figur lama. Sebut saja Wakil Wali Kota Mataram yang sekarang, H Mohan Roliskana dan ada juga wajah lama seperti Hj Putu Selly dan H Makmur Sa’id, mantan Sekda Kota era wali kota Mataram, HM Ruslan (alm).

Sekretaris Lembaga Kajian Sosial Politik M16, Lalu Athari Fathullah mengatakan, Kota Mataram yang menjadi Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan epicentrum dan barometer untuk NTB sehingga membutuhkan figur-figur alternatif, baru dan muda dengan gagasan dan ide yang lebih baik untuk kemjauan Kota Mataram ke depan.

Menurut Lalu Athari, akhir-akhir ini ada beberapa figur muda yang kini mulai digadang-gadang curi start, seperti Ustadz Badrutama Lc. Putra Wali Kota Mataram, H Akhyar Abduh ini kerap kali diperbincangkan akan mendampingi beberapa tokoh senior. Kemunculan figur baru memang bagus, akan tetapi kebanyakan figur ini adalah wajah lama dan cenderung memiliki kaitan atau hubungan keluarga dengan pemimpin sebelumnya.

‘’Kondisi kota sebagai pusat pemerintah untuk ibu kota provinsi saya rasa tidak krisis figure. Banyak figur yang memiliki kapasitas dan pengalaman baik dari kalanagan politisi, birokrasi, dan pengusaha. Juga banyak anak-anak muda yang layak diberikan kesempatan untuk memimpin Kota Mataram lima tahun ke depan,’’ kata Lalu Athari yang juga Sekretaris KNPI Provinsi NTB ini.

Lalu Athari menyebutkan beberapa tokoh yang layak untuk dipertimbangkan maju di Kota Mataram di antaranya; H Misbach Muliyadi dari politisi Partai Golkar, HMS Kasdiono dari politisi Partai Demokrat, Ibnu Salim, H Faurani, Sirra Prayuna, Subuhun Nuri.

‘’Ada juga anak muda yang memiliki pengalaman yang matang di organisasi sekaligus politisi seperti Karman BM dan banyak lagi tokoh-tokoh yang menjadi alternatif selain figur dan tokoh yang saat sedang mengudara,’’ ujarnya.

Mataram, lanjut Lalu Athari, kota dengan penduduk yang heterogen dan kemajuan yang terus berkembang, ke depan membutuhkan pemimpin yang mampu memberikan solusi kemajuan, bukan lagi menjadi kota dinasti dengan pemimpin dari kalangan-kalangan itu saja.(sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply