Bupati Lotim Hadiri Serah Terima RSIK dan Santunan Anak Yatim

 

Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy memberikan santunan kepada 135 anak yatim asal Kecamatan Labuan Haji secara simbolis.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Rumah Sakit Islam Kita (RSIK) Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), diserahterimakan dari Yayasan RSIK kepada Baznas Lotim. Selanjutnya serah terima dari Baznas Lotim kepada Pemda Lombok Timur yang diterima langsung Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy.

Serah terima RSIK kepada Baznas Lotim sesuai berita acara Nomor 03/YASRI-KITA/V/2019 dan Nomor 39/BAZNAS-LOTIM/V/2019. Serta perjanjian hibah antara Baznas Lotim dengan Pemda Lotim, Nomor 40/BAZNAS-LOTIM/V/2019 dan Nomor 181.6/02/PKAD/2019, tentang hibah bangunan gedung RS serta berita acara serah terima Nomor 41/BAZNAS-LOTIM/V/2019 dan Nomor 030/328/PKAD/2019.

Sekaligus dalam serah terima itu, Bupati Sukiman juga memberikan santunan kepada 135 anak yatim asal Kecamatan Labuan Haji secara simbolis.

Acara yang berlangsung di halaman RSIK Labuan Haji ini juga dihadiri forkopimda, sekda, kepala OPD, camat, kepala desa, toga, toma dan seluruh masyarakat Labuan Haji, Jumat (17/5).

Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy mengatakan, hari ini, Jumat (17/5), pengurus Yayasan RSIK menyerahkan RS yang telah dibangun dalam kurun waktu dua tahun lebih ini kepada Baznas Lotim.

Banyak hal yang melatarbelakangi penyerahan ini. Di antaranya, tanahnya milik Pemda Lotim, dan dana yang digunakan bersumber dari dana Baznas, yang merupakan iuran dari masyarakat, terutama ASN yang ada di lingkup Pemda Lotim.

Atas nama Pemda Lotim, Bupati Sukiman mengucapkan penghargaan dan terima kasih yang tulus kepada pengurus Yayasan RSIK yang telah berhasil membangun aset ini dari nol sampai dengan kondisi saat ini. Mudahan jasa, amal baik, jerih payah, inisiatif dari pengurus Yayasan RSIK ini mendapatkan pahala terbaik dari Allah SWT.

Berhubung RS ini belum bisa digunakan, Sukiman meminta melalui Asisten 2 Setdakab Lotim, dan Kasat Pol PP, sejak diserahterimakan, pengelolaan RSIK ini berada di tangan Satpol PP. Masalah keamanan, ketertiban, dan segala hal yang menyangkut dari RSIK yang telah diserahkan pada Pemda melalui pengurus Baznas, menjadi tanggung jawab Pemda Lotim,  di bawah kewenangan Kasat Pol PP.

Hal-hal yang bersangkutan dengan kontribusi, insentif, penggajian karyawan yang ada di RSIK ini, dipersilakan untuk dibicarakan dengan Baznas Lotim.

Kebijakan diambil Bupati, rumah sakit ini tak akan lagi berstatus RSIK. Melainkan menjadi RSUD Labuhan Haji, dengan tipe C. Artinya, Lotim akan memiliki dua RSUD, di mana RSUD Selong yang sekarang tipe C, akan dinaikkan statusnya menjadi tipe B, dan RSUD Labuhan Haji tipe C. RSUD Selong menjadi tipe B, agar tak lagi harus merujuk pasien keluar Lotim.

Oleh karena itu, Sukiman berharap di APBD Perubahan, Pemda akan menyisir anggaran sebesar Rp15 miliar, hanya untuk alat kesehatan (Alkes) bagi RSUD Labuan Haji. Bupati menginginkan peresmian RSUD Labuan Haji denga segala perangkatnya ini, tepat pada hari ulang tahun (HUT) Gumi Patuh Karya ini, pada tanggal 30 Agustus 2019 mendatang.

Kepada seluruh pengurus Yayasan RSIK akan menjadi Dewan Penyantun RSUD Labuan Haji, dan mendapatkan penghargaan serta penghormatan Bupati, di mana segala bentuk pelayanan di RSUD Labuhan Haji diberikan gratis.

Disinggungnya terkait beberapan kebijakan lainnya, mantan Dandim 1615/Lotim ini menyebutkan, tahun ini dianggarkan Rp4,9 miliar untuk insentif marbot dan guru ngaji se-Lotim. Dana insentif ini akan diberikan sebelum hari raya Idul Fitri.

Sukiman mengatakan, mengenai bantuan pangan yang dulu dipusatkan pengadaannya di tingkat kabupaten, tiap tahunnya sebesar Rp24 miliar, sekarang ini pengadaannya distribusikan ke kecamatan-kecamatan. Alhmdulillah telah terbagi oleh camat kepada kepala desa.

Pada kesempatan itu, Bupati Sukiman memerintahkan kepada seluruh camat, jangan sekali-kali menerima barang yang tak layak dikonsumsi oleh masyarakat kita. Dimintanya camat menolak rekanan yang mengambil keuntungan berlebihan, dengan kualitas barang yang tidak layak konsumsi. Diserukannya semua pihak manfaatkan bulan penuh berkah ini dengan baik.

Terkait masalah bantuan pangan non tunai (BPNT) juga disinggung orang nomor satu di Lotim itu, ia meminta di bulan suci Ramadhan ini, BPNT yang sebesar Rp110 ribu per KK itu, untuk diberikan beras premium. Jika masih ada masyarakat diberikan beras non premium, maka akan ditolak.

Untuk itu, Pemda menunjuk Perusahaan Daerah (PD) dengan rekanannya untuk memberikan kualitas terbaik, untuk masyarakat Lotim. Sukiman meminta pada pengawas untuk betul-betul mengawasi bahwa masyarakat diberikan beras berkualitas serta telur yang berkualitas.

Jangan ada lagi permainan seperti zaman dulu. Karena setiap bulan pemerintah mensubsidi biaya transport distribusi beras dan telur sebesar Rp50 juta ke desa-desa. Pemerintah disebutnya tidak menggambil keuntungan apapun. Tidak ada lagi PKH yang aneh-aneh, berhenti menzholimi masyarakat miskin, dan berikan hak mereka.(Kml/Adv)

Kirim Komentar

Leave a Reply