Mahasiswa Komunikasi UAD Gelar Talkshow ‘’Stop Bullying’’

Suasana kegiatan talkshow dengan tema ‘’Stop Bullying’’ yang digelar oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD, di Panti Asuhan Yatim Putri Islam RM Suryowinoto, Jalan Pramuka, Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahad (19/5).

YOGYAKARTA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menggelar kegiatan talkshow dengan tema ‘’Stop Bullying’’, di Panti Asuhan Yatim Putri Islam RM Suryowinoto, Jalan Pramuka, Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahad (19/5).

Tema tersebut diangkat karena kasus bullying di Indonesia memasuki peringkat keempat dalam kasus kekerasan anak.

Ketua Panitia Penyelenggara, Guszfan Herdian mengatakan, maraknya pembullyan terhadap anak yang dilakukan oleh anak membuat keresahan yang sulit dikontrol. Seringkali Bullying terjadi bukan karena disebabkan konflik atau sedang emosi yang tidak selesai, tapi lebih mengarah pada yang bersangkutan merasa paling kuat dan memiliki hak untuk merendahkan, menghina atau bertindak semena-mena kepada orang lain.

‘’Ada beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya bullying seperti adanya rasa ingin berkuasa. Kemudian akibat kurang perhatian dari orang sekitar. Pelaku juga pernah menjadi korban kekerasan yang serupa. Faktor lain bisa berupa seringnya seorang anak berkelahi, atau juga pengaruh tontonan dari film atau game yang menampilkan kekerasan,’’ katanya.

Guszfan menjelaskan, dengan banyaknya kasus-kasus yang ada pada masyarakat Indonesia tentang seringnya terjadi kasus tindakan bullying serta banyaknya korban dari kasus tersebut membuat dampak yang sangat buruk bagi Negara Indonesia. Karenanya, melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat sadar tentang buruknya tindakan bullying.

‘’Dengan diadakannya kegiatan ini bisa menimbulkan persepsi dan menumbuhkan mindset masyarakat luas tentang negatifnya prilaku bullying. Karena jika semakin banyak terjadi tindkan seperti ini, akan berdampak sangat besar terhadap masyarakat lainnya dan terhadap negara Indonesia,’’ ujarnya.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply