Dewan Lotim Pertanyakan Kinerja Dinas PMD

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Menanggapi pemberitaan media ini beberapa hari sebelumnya tentang sedikitnya jumlah desa yang masuk kategori desa maju, telah memancing tanggapan dari kalangan DPRD Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Salah satunya adalah Wakil Ketua DPRD Lotim, H Daeng Paelori.

Wakil Ketua DPRD Lotim, H Daeng Paelori.

Kepada Lomboktoday.co.id di kediamannya, Sabtu lalu (18/5), Daeng Paelori mengaku sangat miris dengan fakta minimnya jumlah desa di Lotim yang masuk kategori maju. ‘’Masak hanya 25 desa dari 239 desa di Lotim, padahal dana desa cukup besar untuk masing-masing desa,’’ kata Daeng Paelori.

Menurutnya, semua desa sama-sama menerima gelontoran dana pusat, tapi pertanyaannya kenapa 25 desa tersebut bisa mengelolanya untuk kemajuan desanya sementara yang lain masih banyak desa yang tertinggal. ‘’Ada apa ini,’’ ucapnya.

Kendati demikian, Daeng Paelori yang juga Ketua DPD Partai Golkar Lotim ini tidak sepenuhnya mengkritisi kinerja para kepala desa, namun juga menyoroti kinerja Dinas PMD Lotim selaku instansi yang secara teknis melalukan pembinaan pembangunan desa.

‘’Dinas PMD jangan hanya melaksanakan fungsi administratif saja, namun juga harus melakukan pengawalan dari tahap perencanaan program desa hingga tahap implementasi kegiatan,’’ ujarnya.

Bila perlua lanjut pria yang kini terpilih untuk periode ke-4 kalinya di DPRD Lotim ini, Dinas PMD bisa melakukan pemetaan potensi yang dimiliki masing-masing desa. Sehingga semua desa mengembangkan program sesuai potensi yang dimiliki desa masing-masing. Karena semua desa memiliki ikon pembangunan tersendiri.

Kritik dari Wakil Ketua DPRD Lotim ini sangatlah wajar. Sebab, berdasarkan data yang diperoleh Lomboktoday.co.id dari Dinas PMD Lotim masih terdapat 37 desa di bumi Patuh Karya ini yang kategori desa tertinggal. Jika pada pemberitaan sebelumnya Lomboktoday.co.id menampilkan nama desa maju, kini media ini memiliki daftar nama desa tertinggal sebagai betikut ; Desa Pandan Dure, Rarang Batas, Karang Baru Timur, Belanting, Otak Rarangan, Pene, Lenek Remban Biak, Sugian, Keselet, Kalijage Tengah, Kabar, Pijot Utara, Lenek Pesiraman, Ketangge Jeraeng, Peresak, Kalijage Selatan, Pringgebaye Utara, Sakra Selatan, Santong.

Selain itu, Desa Sepapan, Kuang Rundun, Suwangi Timur, Lendang Belo, Masbagik Timur, Montong Belai, Bandok, Selagik, Sukaraja, Pijot, Pulau Maringkik, Wakan, Batu Nampar, Sukadamai, Puncak Jeringo, Madayin dan Leming.

Dari data tersebut, ada 5 kecamatan yang terbanyak menyimpan desa tertinggal di antaranya ; Kecamatan Jerowaru 7 desa; Kecamatan Keruak 5 desa; Kecamatan Sakra 5 desa; Kecamatan  Terara 5 desa dan Kecamatan Aik Mel 4 desa.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply