Beberapa Desa di Lotim Akan Pelihara Dewi

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kini semakin menggenjot indek desa membangun (IDM). Salah satu terobosan yang tengah digencarkan adalah menyulap desa-desa yang memiliki potensi untuk dijadikan Dewi (Desa Wisata).

Sekretaris Dinas PMD Lombok Timur, Agus Masriadi.

‘’Tentu untuk membangun desa butuh waktu, butuh proses, butuh terobosan mengingat jumlah desa di Lotim sebanyak 239. Ini tidak sebanding dengan kekuatan personel yang ada di Dinas PMD,’’ kata Sekretaris Dinas PMD Lombok Timur, Agus Masriadi kepada Lomboktoday.co.id, di kantornya, Senin (27/5).

Pernyataan Agus Masriadi ini adalah menanggapi kritikan salah seorang Wakil Ketua DPRD Lotim, H Daeng Paelori melalui media ini beberapa waktu lalu yang mempertanyakan kinerja Dinas PMD terkait masih banyak desa di Lotim yang kategori desa tertinggal. Dalam kaitan itu lanjut Sekdis, pihaknya kedatangan tamu staf dari Kementerian Desa yaitu dari Balilatfo (Balai Penelitian dan Pelatihan Komunikasi Informasi).

Maksud kedatangan staf dari Balilatfo itu, kata Sekdis yakni dalam rangka menjajaki potensi pengembangan desa wisata (Dewi) di sejumlah desa di Bumi Patuh Karya ini.

Di tempat yang sama, tim dari Balilatfo, Kunto menjelaskan, pihaknya tengah merencanakan program pelatihan pengembangan desa wisata. Hal ini kata Kunto, pengembangan desa wisata sebagai salah satu ikon penguatan BUMDes sehingga bisa sebagai terobosan penguatan ekonomi perdesaan.

Tim dari Balilatfo, Kunto.

‘’Kami sudah keliling menjajaki desa-desa yang memiliki potensi wisata di Lotim seperti Desa Tete Batu, Desa Danger, Desa Ketapang Raya, Desa Tanjung Luar dan lain-lain,’’ kata Kunto.

Menurutnya, desa-desa di Lombok Timur tidak kalah dengan desa-desa di daerah lain yang menyimpan potensi Dewi (desa wisata). Pihak Balilatfo akan menyelenggarakan pelatihan pendampingan selesai lebaran tahun ini. ‘’Insya Allah sekitar pertengahan Juni mendatang kita laksanakan pelatihan tersebut agar desa-desa mampu berinovasi dengan melibatkan beberapa OPD terkait seperti Dinas Pariwisata, Dikbud dan sejumlah Pokdarwis yang ada serta elemen pelaku wisata lainnya,’’ ujarnya.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply