M16 Calonkan Edi Setiawan Tampil di Pilkada KLU

Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto bersama Sekretaris M16, Lalu Athari saat buka puasa bersama Edi Setiawan belum lama ini.

LOMBOK UTARA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Lembaga Kajian Sosial Politik M16 dalam Pilkada Kabupaten Lombok Utara (KLU) 2020 mendatang akan mencalonkan kader sendiri yakni Edi Setiawan untuk tampil dan bertarung sebagai calon bupati Lombok Utara.

Edi Setiawan yang seorang entrepreneurship muda dipandang mampu menjadi kepala daerah yang baik dalam memajukan dan meningkatkan  kesejahteraan rakyat KLU.

Mi6 menilai sebagai sosok pengusaha muda, Edi Setiawan  memiliki track record (rekam jejak) yang baik dan tidak sedang memiliki problem sosial akut di lingkungan masyarakat di KLU.

Menurut Direktur Lembaga Kajian Sosial Politik M16, Bambang Mei Finarwanto, keputusan final mencalonkan kadernya sendiri di Pilkada KLU, Kota Mataram dan Lombok Tengah sebagai bentuk membangkitkan kesadaran moral dan politik sekaligus syiar politik M16 agar masyarakat terbiasa dengan pilihan berbeda dalam menentukan calon kepala daerah yang hendak dipilih nantinya.

‘’Masyarakat harus senantiasa dibiasakan dengan pilihan-pilihan alternatif dalam konstestasi elektoral 2020 agar bisa menimbang dan memilahnya untuk calon pemimpin di daerahnya,’’ kata Bambang Mei Finarwanto, di Mataram, Rabu (29/5).

M16 akan terus mendorong agar Pilkada 2020 di 7 kabupaten/ kota di NTB bisa menampilkan dan memunculkan calon kepala daerah yang baru dengan berbagai visi-misinya yang lebih progresif dalam memajukan daerah.

‘’Prinsip dalam demokrasi yang baik, makin besar partisipasi rakyat dalam memilih pemimpinnya, makin kuat legitimasi kepemimpinannya, termasuk dalam hal ini makin banyak calon kepala daerah yang maju makin dinamis kontestasi pilkada tersebut,’’ ujarnya.

Mi6 setuju dan mendukung apabila parpol lebih mengedepankan kadernya untuk head to head bertarung dalam konstestasi Pilkada 7 kabupaten/kota di NTB pada 2020.

‘’Jika setiap partai politik mengusung kader sendiri, maka giroh pilkada mendatang akan semarak, masyarakat akan antusias terlibat aktif karena ada nuansa baru calon kepala daerah,’’ ucapnya.

M16 memandang terhadap calon kepala daerah yang tidak bisa memakai jalur parpol bisa lewat jalur perseorangan atau independen. Untuk Pilkada Kota Mataram dan KLU tidak terlalu rumit melengkapi persyaratan administrasi form dukungan KTP karena jumlah pemilihnya relatif tidak besar,’’ katanya.

M16 memprediksi Pilkada serentak 2020 mendatang akan diikuti lebih banyak paslon baik dari jalur parpol dan independen. Paslon yang lewat jalur parpol tidak akan lagi membuat koalisi besar atau memborong dukungan parpol, selain tidak efektif juga tidak efisien.

‘’Pasangan calon kepala daerah 2020 yang maju jalur  parpol akan memakai dukungan parpol sejumlah persyaratan kursi yang ditetapkan KPU. Tidak ada lagi aksi borong kursi parpol,’’ ujarnya.

Demikian pula dengan jalur independen, M16 memprediksi akan banyak paslon yang maju lewat jalur perseorangan, selain lebih efisien juga lewat jalur ini paslon sudah dapat memprediksi  jumlah dukungannya. Selain itu, lewat jalur perseorangan akan memudahkan paslon untuk berinteraksi dan melakukan penetrasi basis langsung.

Selain itu, M16 mengingatkan untuk Pilkada serentak 2020, khusus calon independen agar memperkuat saksi di setiap TPS agar perolehan data  C1 dan DA-1 bisa diakses langsung dan valid.

‘’Untuk itu, rekruitmen dan pendidikan untuk saksi dan pengumpulan KTP bisa dimulai saat ini mengingat waktunya masih longgar untuk meminimalisir benturan double dukungan KTP dari warga,’’ ucapnya.

M16 Galang Keswadayaan dan  Gotong Royong Bersama  Rakyat

Selanjutnya, Bambang Mei Finarwanto menambahkan terkait pencalonan Edi Setiawan untuk Pilkada KLU dan Lalu Athari Fathullah untuk Kota Mataram dan Lombok Tengah akan lebih mengedepankan gerakan keswadayaan dan gotong royong bersama rakyat.

Untuk itu, M16 akan mendorong partisipasi aktif warga untuk mempromosikan figur yang dicalonkan M16 lewat berbagai  networking maupun taktik lain, salah satunya lewat campaign media.

‘’M16 akan intervensi di tujuh Pilkada kabupaten/kota agar kepala daerah yang dipilih rakyat merupakan figur yang dapat membawa kesejahteraan rakyat dalam arti yang sesungguhnya. Bukan capaian sebatas angka-angka statistik semata,’’ katanya.(red)

Kirim Komentar

Leave a Reply