H Rumaksi Ngaku Gratis di Pilkada Tapi Kena di Pileg

 

H Rumaksi.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Wakil Bupati Ĺombok Timur H Rumaksi selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasdem Kabupaten Lombok Timur melakukan klarifikasi adanya isu yang menyudutkan Partai Nasdem yang dituding hingga kini belum membayar uang saksi pada Pileg dan Pilpres 17 April 2019 lalu.

Dalam kesempatan menyampaikan pidato pengantar pada acara buka puasa bersama yang degelar di Pendopo Wakil Bupati Lombok Timur bersama seluruh wartawan, Jumat malam (31/5).

H Rumaksi menyatakan perlu menyampaikan klarifikasi atas informasi yang beredar yang terkesan menyudutkan bagi dia secara pribadi dan partainya.

Kronologinya lanjut mantan anggota dewan Provinsi NTB 2 periode itu, dia bersedia menjadi Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Lombok Timur setelah bertemu Ketua Umum DPP Nasdem, Surya Paloh beberapa bulan lalu.

Rumaksi mengatakan, Partai Nasdem memberikan dukungan pada Pilkada lalu tanpa meminta mahar sepeserpun dari pasangan Sukma. ‘’Kami (pasangan Sukma, Red) gratis tanpa mahar dulu pada saat Pilkada dari Partai Nasdem. Sehingga dasar itulah saya berpikir dan menyatakan bersedia menjadi Ketua DPD Nasdem Kabupaten Lombok Timur,’’ kata H Rumaksi.

Namun dalam perjalanan waktu dinamika politik, kata Rumaksi, sampailah pada masa  penyelenggaraan Pemilu (Pileg dan Pilpres) yang baru lalu.

Terkait dengan saksi TPS pada Pemilu, menurut pria yang pernah menjadi kepala Desa 2 periode sebelum menjadi dewan ini, berkali-kali diundang oleh pengurus DPD 1 Partai Nasdem NTB untuk membahas soal keuangan saksi sehingga disepakati uang saksi sebesar Rp200 ribu per TPS.

Dari keseluruhan TPS di Kabupaten  Lombok Timur dibutuhkan sekitar Rp700 juta lebih dana saksi. Namun menurut Rumaksi Partai Nasdem hanya mampu menghimpun dana saksi sekitar Rp400 juta. ‘’Parati Nasdem Lombok Timur masih butuh sekitar Rp300 juta lebih dana talangan saksi,’’ ujarnya.

Atas kondisi ini, Rumaksi dalam kapasitas selaku Ketua DPD Partai Nasdem Lotim dipanggil oleh Ketum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh. Dalam pertemuannya di DPP, Rumaksi mengaku dibebani oleh DPP untuk menalangi minus Rp300 juta itu.

‘’Ya… saya selaku ketua DPD mau tidak mau harus terima beban ini. Itung-itung di Pilkada gratis tanpa mahar, ee ternyata kena juga di Pileg,’’ ujarnya dengan nada berseloroh.

Terkait masih banyak saksi yang belum dibayar menurut mantan politisi partai Hanura ini, saksi yang belum dibayar adalah saksi yang tidak menyetor hasil rekap TPS. Sebap kata dia, banyak saksi hanya nyetor potocopy rekap. Yang seharusnya saksi merekap suara seluruh peserta pemilu.

Tapi faktanya hanya setor rekap suara satu orang caleg dan itu catatan biasa yang seyogyanya partai membutuhkan form C1 asli. ‘’Tapi ini banyak saksi bawa potocopy, tentu jadi pertanyaan, benar tidak mereka itu saksi,’’ ucapnya.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply