Pilkada Kota Mataram 2020, M16 Dorong Athari Maju Jalur Independen

Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram saat menggelar acara konferensi pers di Mataram.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram akan mengajukan kadernya sendiri, Lalu Athari Fathullah, untuk maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Mataram pada 2020 mendatang.

Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram, Bambang Mei Finarwanto mengatakan, Athari yang merupakan Sekretaris M16 merupakan figur muda yang memiliki kapasitas dalam memimpin Mataram ke depan. ‘’Calon ini memiliki sesuatu yang berbeda. M16 serius untuk mencalonkan Athari terlibat di Pilkada Kota Mataram atau Lombok Tengah,’’ kata Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram, Bambang Mei Finarwanto, dalam konferensi pers, di Mataram, Senin Malam (3/6).

M16 ingin mendorong Athari maju melalui jalur independen. Untuk pendampingnya, kata Bambang, M16 sudah memiliki sosok perempuan cerdas yang belum dapat diungkapkan saat ini. M16 ingin melihat keberterimaan masyarakat dengan adanya isu majunya seorang calon dari jalur independen.

Bambang mengatakan, masyarakat sejatinya mengharapkan adanya sosok alternatif yang muncul untuk menjadi pemimpin mereka. Sebagai figur muda, lanjut Bambang, Athari menawarkan gagasan baru bagi Kota Mataram yang banyak diisi kaum milenial. Terlebih dengan rekam jejak Athari sebagai sosok yang dekat dengan anak muda dan aktif dalam melakukan advokasi bagi masyarakat.

Oleh karena itu, M16 akan melibatkan masyarakat untuk ikut serta mendorong Athari sebagai calon Wali Kota Mataram lewat jalur independen. ‘’Masyarakat nanti bisa terlibat langsung dalam proses demokrasi, ini gerakan yang sedang kita bangun,’’ ujarnya.

Bambang juga mengajak calon dari jalur independen lain untuk koordinasi dan kolaborasi agar saat pengumpulan KTP tidak terjadi tumpang tindih data yang justru merugikan seluruh calon independen.

M16 juga membuka diri berkolaborasi dengan calon independen lain dalam menyediakan saksi agar menekan tingginya biaya Pilkada di Kota Mataram. ‘’Dalam politik ada sisi yang tidak bisa diprediksi. Kalau ada parpol mau gabung silakan tapi kita tidak punya modal, kita hanya punya harapan untuk menang,’’ ucapnya.

M16, sambung Bambang, memiliki rekam jejak yang bagus dalam hal kontestasi pilkada hingga pileg, di mana M16 berhasil memenangkan pasangan H Zulkieflimansyah dan Hj Sitti Rohmi Djalillah menjadi gubernur dan wakil gubernur NTB pada Pilkada 2018 lalu.

Sementara itu, bakal calon Wali Kota Mataram dari jalur independen, Athari mengaku siap menerima amanah M16 untuk berkontestasi dalam Pilkada 2020 mendatang. Athari mengaku ingin mengubah paradigma dan membangun Kota Mataram lebih baik ke depan. ‘’Kita perlu memikirkan warga kota yang termarjinalkan. Saat ini kita lihat masih banyak warga kota, terutama yang di pinggiran masih jauh dari kata sejahtera,’’ kata Athari.

Athari menilai kesenjangan di Kota Mataram masih sangat lebar dan harus dipersempit dengan berbagai program yang mendorong masyarakat. Sebagai Ibu Kota Provinsi NTB, kata Athari, Kota Mataram memiliki potensi besar dari sisi ekonomi dan juga pariwisata.

Athari menilai potensi Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di Kota Mataram harus lebih digencarkan untuk mendorong perekonomian masyarakat. ‘’Kita ingin juga revitalisasi Kota Tua Ampenan sebagai tempat bersejarah yang menarik untuk dikunjungi, kita bisa belajar dari kota tua yang ada di daerah lain seperti Jogja yang tak pernah sepi dari pengunjung,’’ ujarnya.(red)

Kirim Komentar

Leave a Reply