Gubernur Refleksikan Kembali Makna NTB Gemilang di Tengah Takbir Idul Fitri

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah di hadapan ribuan warga NTB yang menghadiri shalat Idul Fitri 1440 Hijriyah di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mengajak semua pihak untuk merefleksikan kembali makna NTB Gemilang di tengah takbir yang dikumandangkan dalam perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriyah, Rabu (5/6).

Bagi Gubernur NTB, ikhtiar mewujudkan NTB Gemilang adalah sebuah hal yang tidak mudah. Namun, spirit seruan Allahu Akbar, diyakininya bisa memberikan suntikan semangat. Suntikan yang dibutuhkan untuk mensinergikan kekuatan bersama. Sehingga, hal-hal besar seperti mewujudkan NTB Gemilang, akan terasa kecil.

Filosofi itu dipaparkan Gubernur Zul yang saat memberi sambutan sebelum shalat Idul Fitri di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Provinsi NTB, Jalan Udayana Mataram.

Di hadapan ribuan warga NTB yang menghadiri shalat Idul Fitri, Gubernur Zul mengawali sambutan dengan memaparkan hal-hal yang ingin diwujudkan melalui tagline NTB Gemilang.

Pertama, NTB Gemilang bermakna bahwa NTB adalah menjadi rumah yang nyaman bagi bisnis dan investasi. Pelaku bisnis akan merasa NTB sebagai tempat yang bersahabat bagi iklim bisnis. Dengan demikian, investasi dan usaha-usaha akan berdatangan ke NTB dan ini diyakini akan mendorong roda perekonomian.

Kedua, NTB Gemilang berarti NTB harus mewujudkan iklim yang nyaman bagi pengunjung atau wisatawan. Gubernur Zul menerangkan, NTB, Lombok baru saja terpilih sebagai the best halal destination in the world. Sebagai destinasi wisata halal terbaik di seluruh dunia. Predikat terbaik itu menurutnya bukan sebatas teraplikasi dalam hal makanan atau busana saja. ‘’Tapi mudah-mudahan, yang disebut dengan halal destination adalah kerendahan hati, dan kemauan masyarakat NTB untuk hidup di dalam naungan Al-Quran dan hidayah Allah SWT,’’ kata Gubernur Zul.

Gubernur menyerukan, warga NTB harus menunjukkan kepada dunia, bahwa Islam tidak berlawanan dengan kemajuan. Islam bukanlah agama yang menentang semangat zaman. ‘’Kita tunjukkan bahwa Islam adalah agama yang compatible dengan modernitas,’’ ujarnya.

Gubernur Zul berharap, lewat perwujudan NTB Gemilang ini, di NTB orang bisa melihat penerapan kehidupan beragama Islam yang menginspirasi, sesuai tuntunan Allah SWT dalam Al-Quran. ‘’Sehingga di NTB, orang melihat the living quran, Quran yang berjalan. Kita punya seribu masjid di NTB, kita punya seribu masjid di Pulau Lombok. Mudah-mudahan, semua nama Allah yang kita agungkan di masjid-masjid, juga kita agungkan di berbagai tempat di luar masjid,’’ ucapnya.

Cita-cita ketiga sekaligus yang terpenting yang ingin diwujudkan NTB Gemilang adalah, NTB harus menjadi rumah yang nyaman bagi penduduk NTB sendiri. ‘’Tentu bukan hanya menyenangkan investasi, tentu bukan hanya menyenangkan pengunjung. Tapi on the top of that, NTB Gemilang harus bisa menjamin dan memastikan bahwa penduduk Nusa Tenggara Barat, rakyatnya harus bahagia,’’ ujarnya.

Gubernur Zul menegaskan, masyarakat NTB dengan berbagai aktivitas yang akan terjadi di tempat kita tidak boleh menjadi penonton. ‘’Kita tidak boleh menari dengan gendang yang ditabuh oleh orang lain. Kita harus meng-upgrade capacity masyarakat kita, perbaiki pendidikan. Mudah-mudahan kita mampu menari dengan gendang yang kita tabuh sendiri,’’ ujarnya lagi.

Gubernur Zul mengingatkan, upaya mewujudkan NTB yang Gemilang, menghadirkan baldatun tayiibatun warobbun gafur, bukanlah persoalan sederhana. ‘’Tapi pagi ini, di Islamic Center, di tempat yang bersejarah ini, mudah-mudahan apa yang kita ikhtiarkan bisa menjadi nyata,’’ katanya.

Meskipun hal-hal tersebut bukanlah sesuatu yang mudah, namun Gubernur Zul meyakini akan menjadi ringan jika umat Islam di NTB meresapi dan  menggaungkan semangat dalam kalimat takbir yang dikumandangkan di hari Idul Fitri.

Seperti diketahui, di penghujung Ramadhan ini, di setiap masjid, ketika Ramadhan berakhir, takbir selalu dikumandangkan. Kalimat takbir ini, bukanlah kalimat seder.(dra)

Kirim Komentar

Leave a Reply