Akhirnya, Bupati Sukiman Batal Lantik Hasil Pansel Pertama

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Beberapa hari lalu, media ini telah memberitakan tentang ancaman batalnya hasil tahapan seleksi calon pejabat eselon II lingkup Pemkab Lotim. Di mana, ada perbedaan pandangan antara Bupati Lombok Timur, HM Sukiman dengan Wakil Bupati, H Rumaksi.

Kepala BKPSDM Kabupaten Lombok Timur, M Khairi.

Sebelumnya, bupati menyatakan setelah tanggal 10 Juni ini tetap akan melantik sejumlah kepala dinas hasil pansel pertama. Karena itu, Bupati Sukiman menyebut sebagai hak prerogatifnya. Namun di sisi lain, Wabup, H Rumaksi menyatakan pansel pertama itu belum mendapat rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sehingga wabup menyebut harus dibatalkan. Ternyata kebenaran mengarah kepada pandangan yang disampaikan Wabup, H Rumaksi.

Sejumlah sumber di kalangan para pejabat yang kini tengah ketar ketir akan nasib jabatannya menyebutkan, Bupati Sukiman urung melantik hasil pansel itu karena dikabarkan tidak mendapat rekomendasi dari KASN. ‘’Bupati Sukiman tentu tak berani melabrak aturan, jika Bupati Sukiman berani melantik tanpa rekom dari KASN, adalah bentuk pelanggaran UU ASN,’’ kata salah seorang pejabat yang mengaku pasrah akan nasib jabatannya, seraya meminta Lomboktoday.co.id untuk tidak menyebut identitasnya, via telepon seluler, Selasa (11/6).

Dikatakan, pansel eselon II itu harus diulang, karena pansel pertama dilaksanakan tanpa seizin dari KASN, kecuali ada 2 jabatan yang masih hidup izinnya yakni Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Lombok Timur, M Khairi yang juga dihubungi via telepon seluler pada hari yang sama, dengan tegas membantah jika hasil pansel pertama tersebut dikatakan dibatalkan yang kemudian harus diulang. ‘’Hasil pansel pertama itu tetap berlaku. Hanya saja belum mendapat rekomendasi dari KASN,’’ katanya.

Khairi juga menjelaskan, pansel akan dilakukan ulang karena pansel pertama masih ada kekurangan peserta. Dan ada tambahan peserta baru untuk mencukupi kekurangan yang kemarin sehingga berjumlah 19 orang. Pelaksanaan ulang pansel menurut Khairi akan dilaksanakan dalam bulan Juni ini. ‘’Insya Allah pelaksanaan pansel ini harus tuntas dalam bulan Juni ini,’’ ujarnya.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply