Ini Alasan Samota Dijadikan Cagar Biosfer

Wilayah Samota yang akan diresmikan PBB-UNESCO di Paris.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Dalam waktu dekat ini, wilayah Samota (Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Gunung Tambora) rencananya akan diresmikan menjadi Cagar Biosfer oleh PBB-UNESCO.

Berikut lima alasan kenapa Samota layak menjadi Cagar Biosfer. Pertama, karena Samota berada di antara bukit dan pegunungan yang di dalamnya terdapat berbagai flora dan fauna yang dilindungi. Selain itu, Samota juga merupakan lokasi dari Gunung Tambora yang diketahui pernah menjadi salah satu erupsi volcano terbesar dalam sejarah peradaban manusia.

Kedua, deklarasi Samota menjadi Cagar Biosfer diharapkan dapat memfasilitasi dan mempercepat pemerintah daerah dalam upaya mencapai SDGs di daerah masing-masing.

‘’Yang ketiga itu dengan dideklarasikannya Samota sebagai Cagar Biosfer akan memberikan manfaat kepada NTB dalam rangka melindungi sumber alam dan mempercepat kesejahteraan dan sosial masyarakat,’’ kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, Najamuddin Amy, di Kantor Gubernur NTB, Jumat (14/6).

Alasan keempat, kata Najamuddin Amy, Rinjani dan Samota akan menjadi tuan rumah 13rd South East Biosphere Reserve Network tahun depan. Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi NTB dengan mendatangkan pengunjung dan juga upaya memperbaiki kondisi di daerah.

‘’Nah yang kelima dengan dideklarasikannya Samota sebagai Cagar Biosfer menjadi bukti dan komitmen Pemprov NTB mendukung pengembangan berkesinambungan,’’ ujarnya.

Adapun manfaat yang bisa diperoleh dengan ditetapkannya Samota menjadi Cagar Biosfer dunia yakni akan memberikan kontribusi dalam rangka mewujudkan cita-cita konvensi keanekaragaman hayati. Menjadi media kerja sama antar pengelola Cagar Biosfer di seluruh dunia. Dan dapat digunakan sebagai penelitian ilmiah, pemantauan global dan pelatihan pakar dari seluruh dunia.

‘’Saat ini, terdapat sejumlah wilayah yang telah ditetapkan sebagai Cagar Biosfer di Indonesia, di antaranya; Gunung Leuser, Pulau Siberut, Lore Lindu, Pulau Komodo, Gunung Gede Pangrango, Tanjung Putting, Giam Siak, Taman Laut Wakatobi, Bromo-Semeru-Tengger-Arjuno, Taka Bonerate, Blambangan, Berbak Sembilang, Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu, Rinjani, Lore Rindu dan Samota. Dua wilayah terakhir akan dideklarasikan tahun ini,’’ katanya.(dra)

Kirim Komentar

Leave a Reply