Bebaskan Lahan Sirkuit MotoGP, Gubernur NTB Ikuti Arahan Jokowi

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Pembebasan lahan Sirkuit MotoGP di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, masih menuai kendala. Pasalnya, hingga hari ini pihak Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) belum melakukan pembayaran terhadap lahan warga tersebut.

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah akan terus berusaha melakukan pendekatan dengan pemilik lahan yang akan dijadikan Sirkuit MotoGP dan meminta pemilik lahan untuk tidak menjual lahannya dengan harga yang mahal.

‘’Sesuai arahan Pak Presiden Jokowi kita akan terus melakukan pendekatan persuasif dan memberikan pemahaman kepada masyarakat pemilik lahan semoga ada harapan,’’ kata Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah, di kantor Gubernur NTB, Rabu (19/6).

Selain itu, Gubernur Zul juga meminta persoalan pembebasan lahan untuk pembangunan Sirkuit MotoGP tidak dimanfaatkan spekulan untuk memainkan harga tanah di tempat itu. ‘’Jangan ‘opportunity-lah’. Kita saja menganggap harga lahan yang ditawarkan itu sangat mahal, apalagi investor,’’ ujarnya.

Sebagai informasi pembebasan sisa lahan untuk pembangunan Sirkuit MotoGP di KEK Mandalika Kuta sekitar 3,5 hektare dari total 5 hektare yang dibutuhkan PT ITDC.

Di mana, warga meminta harga pembebasan lahan sekitar Rp150 juta per are. Sementara ITDC menawarkan harga pembebasan lahan sebesar Rp70 juta per are.(dra)

Kirim Komentar

Leave a Reply