Ini Dia ABG Bikin Petinggi PDIP Lotim Tersungkur

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Jika melihat dan menyimak profil pemuda ini, sulit dipercaya bisa membuat Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Lombok Timur, Syafruddin dari kursi DPRD Lombok Timur.

Fauzul Hariandi (kiri) pose bersama LM Kamil (kanan), Kabiro Lomboktoday.co.id Lotim, di Kantor KPUD Lotim, Selasa (18/6).

Seperti diketahui, Syafruddin telah dua periode mewakili Dapil II Lotim (Kecamatan Sakra, Sakra Timur, Sakra Barat, Keruak dan Jerowaru) dari PDIP duduk di kursi dewan terhormat, parlemen Kebun Raja itu. Namun Syafruddin yang juga Ketua Fraksi PDIP itu harus rela digantikan kedudukannya oleh penantangnya yang notabene pendatang baru yang masih buta dalam dunia politik.

Siapa dia pemuda yang sangat percaya diri dan bernyali besar ini yang telah membuat politisi kawakan itu harus bertekuk dan tergeser dari daftar nama wakil rakyat. Dialah seorang anak baru gede (ABG) bernama Fauzul Hariandi. Pemuda yang akrab disapa Fauzul ini adalah anak seorang petani di Dusun Tangun, Desa Sukaraja, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur.

Selasa (18/6) kemarin, Fauzul Hariandi datang terlihat menenteng sebuah map biru kondisi lusuh dan dengan penampilan layaknya ABG. Sederhana dengan kaos oblong, celana jeans cokelat muda dengan sandal jepit. Terlihat masuk di kantor KPUD Lotim.

Dengan penampilan sederhana tidak seperti layaknya seorang politisi kawakan yang gaya eksklusif kemeja atau stelan batik dan celana kain strikah licin seperti sepatu gaya Ali Baba. Fauzul bersama rekan datang hendak mengantar Laporan Kekayaan Penyelenggara Negara (LKPN) sebagai salah satu syarat. Maklum yang bersangkutan tak lama lagi akan tercatat sebagai salah satu penyelenggara negara yakni anggota DPRD Lotim.

Lomboktoday.co.id menyempatkan diri berbincang dengan Fauzul Hariandi di ruang Divisi Sosialisasi KPUD Lotim, Taharuddin. Fauzul Hariandi yang terlihat low profile tak terlalu lantang berbicara hanya lebih banyak tersenyum seakan belum banyak mengerti apa-apa. Dia mengaku seperti sebuah mimpi yang tak pernah terlintas dalam benaknya bahwa akan masuk dalam dunia politik.

‘’Saya orang biasa dan tak tau apa-apa, setiap hari hanya bergelut dengan tanaman di sawah tiba-tiba ada orang tawarkan daftar menjadi caleg dari PDIP. Saya berpikir mungkin hanya memenuhi daftar nama caleg saja,’’ tutur Fauzul dengan ekspresi keluguannya.

Pria kelahiran 1991 itu bukanlah seorang sarjana. Mendaftar sebagai caleg hanya berbekal ijazah SMA meskipun dia mengaku sempat 3 kali kuliah. Menurut pengakuannya, Fauzul sempat kuliah pertama jurusan Agri Bisnis di Univrsitas Mataram (Unram) hanya sampai semester III. Sempat kedua kali mencoba kuliah lagi jurusan TPHP di Unram juga dan lagi-lagi putus di persimpangan Unram hanya bertahan sampai semester II.

Pemuda yang masih senang ngumpul dengan remaja ini mencoba lagi kuliah ke 3 kali. Dan mencoba lompat tembok pembatas komplek Unram yakni masuk IKIP. Lagi-lagi Fauzul harus terhenti kuliahnya kalah dengan lirikan wajah cantik seorang gadis yang kini telah menjadi istrinya. Kuliahnyapun harus berakhir di kursi pelaminan dan kini telah dikarunia 2 orang anak yang masih balita.

Fauzuk Hariandi yang berada pada nomor urut terahir (12), berhasil mengumpulkan suara tusuk nama sebanyak 2.108 suara mengungguli petahana Syafruddin yang hanya mengantongi suara tusuk nama sebesar 2.063 suara. Selisihnya sangat tipis yakni Fauzul hanya unggul 45 biji suara namun bisa mengantarnya akan duduk di kursi dewan terhormat. Diperkirakan pemuda usia 28 tahun ini akan menjadi anggota dewan termuda periode 2019-2024.

Putra pertama dari Amaq Fauzul dan Inaq Fauzul ini mengaku hampir tidak memiliki pengalaman kegiatan sosial kepemudaan atau tak pernah ikut berorganisasi. Namun dalam gerakan politiknya pada masa suksesi dia hanya menggunakan jurus silaturahmi biasa dengan mendatangi keluarga, teman dan sahabat. Itupun katanya hanya datang biasa menuturkan diri jadi caleg dan minta dukungan. Tidak lazimnya seperti kebanyakan caleg, yang datang menggelar pertemuan besar campur orasi politik.

‘’Saya anak muda kampung yang tak mengerti apa-apa, buru-buru bisa pidato. Saya hanya jalan-jalan silaturahmi ke keluarga, teman, sahabat,’’ katanya.

Meskipun belum penetapan caleg yang akan dilantik oleh KPUD Lotim, namun dipastikan, Fauzul Hariandi akan menjadi orang berdasi dan selama 5 tahun ke depan tiap hari akan disibukkan bergelut dengan aspirasi rakyat. Tak bisa disangkal pemuda lugu ini tak hanya menjungkil politisi kawakan di partainya saja. Namun Fauzul juga terbukti mengalahkan caleg-caleg rival partainya di dapil 2 yang notabene berlatar belakang sarjana, mulai dari akademisi, praktisi pengusaha, yang biasa berbicara soal rakyat hingga beberapa aktivis pembela rakyat.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply