Dua Cagar Biosfer Dunia Ternyata Ada di NTB

Kawasan Samota, cagar biosfer dunia.

PARIS, LOMBOKTODAY.CO.ID – The 31st session of the Man and the Biosphere (MAB) Programme International Coordinating Council di Paris, Prancis, resmi ditutup dan sejumlah pekerjaan besar kini menanti. Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah yang hadir dalam agenda tersebut menjelaskan, penutupan pertemuan ini ditandai dengan disepakatinya dokumen-dokumen terkait kelompok kerja di Sekretariat UNESCO MAB.

Dan rangkaian agenda pertemuan MAB ini menghadirkan babak baru dalam pembangunan daerah di NTB. Sebab, usai pertemuan itu, NTB kini telah resmi memiliki dua cagar biosfer dunia, yaitu Gunung Rinjani dan kawasan Samota (Teluk Saleh, Pulau Moyo, Gunung Tambora).

‘’Kita memiliki tugas besar untuk menjaga, mengelola dan mengembangkan cagar biosfer ini agar predikat yang telah kita terima pada pertemuan ini tidak hanya di atas kertas,’’ kata Wagub NTB, Hj Rohmi melalui keterangan tertulisnya, Jumat (21/6).

Selain itu, dengan diresmikannya Cagar Biosfer Samota oleh UNESCO, maka Samota akan menjadi bagian dari jaringan cagar biosfer dunia. Dan diharapkan, hal ini akan mendorong pemerintah daerah untuk mendukung program pembangunan berkelanjutan. Babak baru setelah peresmian ini akan diiringi sejumlah tugas besar bagi semua pihak.

Dan penetapan Samota sebagai cagar biosfer dunia membutuhkan dukungan banyak pihak. Mulai dari masyarakat di kawasan tersebut, para pengambil kebijakan, pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota di NTB, dan pihak-pihak terkait lainnya.

‘’Kita berharap semua pihak bisa mendorong agar cagar biosfer ini bisa dipertahankan fungsinya, sembari kita terus membangun dan mengembangkannya,’’ ujar Wagub Rohmi.

Wagub Rohmi menjelaskan, pembangunan yang berwawasan lingkungan menjadi pegangan bagi semua pihak. Pembangunan yang merusak alam, pada gilirannya hanya akan melahirkan kerusakan. Upaya untuk menjaga pembangunan tetap berada dalam koridor berwawasan lingkungan, inilah yang nantinya perlu diupayakan bersama.

Sebab, tanpa dukungan berbagai pihak, khususnya yang tinggal dan beraktivitas di kawasan cagar biosfer ini, pembangunan tidak akan berjalan dengan baik.

‘’Kami selaku Pemerintah Provinsi NTB selalu berharap bahwa Cagar Biosfer Samota akan mendatangkan manfaat untuk konservasi sumber daya alam dan pembangunan kesejahteraan sosial dan ekonomi, dengan mengacu pada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan,’’ kata Wagub.(dra)

Kirim Komentar

Leave a Reply