DPC Partai Berkarya Lotim Tak Ikut Campur Urusan Jalaluddin

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Akhirnya Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Berkarya Kabupaten Lombok Timur, H Mahnun Syah, mulai angkat bicara soal pemberitaan berbagai media yang menyebut caleg terpilih Provinsi NTB Dapil Lombok Timur Utara dari Partai Berkarya, M Jalaluddin yang diduga menggunakan ijazah palsu dalam pencalegan.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Berkarya Kabupaten Lombok Timur, H Mahnun Syah.

Kepada Lomboktoday.co.id saat ditemui di kediamannya di Dusun Penendem, Desa Senyiur, Kecamatan Keruak, Sabtu malam (29/6), H Mahnun Syah dengan tegas menyatakan tidak ikut campur dalam kasus ini. ‘’Saya tidak ada kepentingan dalam urusan itu dan tidak terkait langsung dengan kepengurusan partai tingkat kabupaten,’’ kata H Mahnun Syah yang juga mantan Caleg Kabupaten Lombok Timur Dapil 2 ini.

Menurutnya, kasus Jalaludin ini adalah menjadi ranah pengurus partai di level provinsi. Sebab katanya, yang bersangkutan saat memproses pencalegan, langsung ke pengurus partai di provinsi, tidak melalui pengurus tingkat kabupaten. Dan mendaftarnya di KPU Propinsi. ‘’Jadi saya tidak tahu menahu proses pendaftaran saudara Jalaludin meskipun dia (Jalaludin, Red) duduk sebagai anggota dewan pembina partai tingkat kabupaten,’’ ujarnya.

Kendati demikian, pengusaha konstruksi ini mengaku pernah dihubungi via telepon oleh Sekretaris DPW Partai Berkarya, Indra Jaya. Namun menurutnya, sebatas dimintai pendapat dalam perkara ini.

Konon katanya, Sekretaris DPW Berkarya mempertanyakan apakah betul saudara Jalaludin itu tidak pernah sekolah. H Mahnun Syah mengaku memberikan tanggapan secara lurus saja. ‘’Menurut pikiran saya, Jalaludin pernah sekolah karena yang bersangkutan punya ijazah. Perkara ijazahnya asli atau palsu, saya tidak tahu pasti karena saya tidak punya hak untuk menelusuri hal itu,’’ katanya mengulangi jawaban atas pertanyaan dari Sekretaris DPW Partai Berkarya.

Terkait adanya pihak internal Partai Berkarya yang konon  menggugat Jalaluddin, Mahnun Syah menanggapi dengan nada santai. ‘’Silakan saja jika ada kawan internal partai yang mau menggugat. Itu hak mereka, yang jelas saya tidak ikut campur,’’ ujarnya.

Meskipun bukan ranah urusannya, Mahnun mengaku siap menjadi mediator untuk mempertemukan antara Jalaluddin dengan pihak internal yang mengaku akan mengajukan gugatan sepanjang atas permintaan kedua belah pihak. ‘’Saya siap memediasi kedua belah pihak sepenjang atas permintaan di antara keduanya, asalkan bukan saya yang meminta mereka bertemu,’’ ujarnya lagi.

Sementara beberapa media Lombok Timur (cetak dan online) telah melansir bahwa Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur menyatakan bahwa Jalaluddin tidak terigestrasi di Kemenag sebagai siswa yang tamat di MTs Tembeng Putik. Yang bersangkutan ikut ujian paket C hanya menggunakan surat keterangan tamat dari MTs tersebut. Diduga kuat Jalaluddin tercatat hanya sampai kelas II di MTs yang mengeluarkan surat keterangan tamat itu.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply