KPU Lotim Masih Tergugat

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Nampaknya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Timur belum dapat menggelar pleno penetapan calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur terpilih untuk periode 2019-2024.

Komisioner KPU Lombok Timur Divisi Sosialisasi, M Taharuddin.

Pasalnya, KPU Lombok Timur masih harus menghadapi sejumlah gugatan terkait penetapan hasil perolehan suara Pileg 17 April lalu. Hal itu disampaikan Komisioner KPU Lombok Timur Divisi Sosialisasi, M Taharuddin kepada Lomboktoday.co.id, di ruang kerjanya, Senin (1/7).

Menurut Taharuddin, KPU Lotim tengah sibuk mempersiapkan setumpuk dokumen bukti yang akan digotongnya menghadapi sidang gugutan di Mahkamah Konstitusi (MK), karena beberapa parpol dan caleg yang mengajukan gugatan ke MK atas hasil penetapan perolehan suara parpol dam caleg.

Beberapa penggugat yang harus dihadapinya lanjut Taharudin yang juga wartawan senior ini di antaranya, salah seorang Caleg PPP dapil II Lotim yang menggugat rekan sesama caleg dapil II dari partai yang sama. Di mana Caleg yang bakal terpilih dari partai PPP dapil II konon masih berstatus guru swasta bersertifikasi. Dan yang bersangkutan disebutkan tidak mengundurkan diri dari status sertifikasi pada saat proses pencalegan.

Selain itu lanjut Taharudin, KPU Lotim harus menghadiri sidang di MK atas gugatan yang dilayangkan partai PBB atas perolehan suara kabupaten di dapil III. Di mana kata Tahar, Partai PBB mengklaim kehilangan puluhan suara. Konon katanya, di dapil III suara PBB lebih unggul dari partai Nasdem yang telah ditetapkan memperoleh suara terbanyak oleh KPU.

‘’Kami tidak hanya harus menghadapi gugatan parpol dan caleg tingkat kabupaten saja. Namun kami juga harus menghadapi gugatan tingkat propinsi dan tingkat pusat,’’ ujar Taharudin.

Setumpuk dokumen bukti milik KPU Lotim yang akan dibawa pada persidangan di MK.

Dikatakan, ada parpol dan caleg tingkat propinsi yang menggugat KPU propinsi hingga KPU pusat atas perolehan suara di dapil Lombok Timur. ‘’Mau tidak mau akan kita hadapi semua dan harus menyiapkan semua saksi dan bukti,’’ ucapnya.

Selain parpol dan caleg yang menggugat ke MK, gugatan juga diajukan salah seorang calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yakni atas nama H Farouk Muhammad yang menggugat KPU pusat atas penetapan perolehan suara di dapil NTB. Di mana Farouk mengklaim kehilangan ratusan suara.

Pihak KPU Lotim belum bisa menentukan jadwal pasti untuk menggelar pleno penetapan Caleg terpilih karena harus menunggu hasil keputusan sidang di MK.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply