Wagub NTB Sharing Gagasan Rumah Bahasa dengan Pemkot Surabaya

Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah didampingi Kadis Dikbud NTB, Rusman disambut Kabag Administrasi Kerja Sama Pemkot Surabaya, Dewi Wahyu Wardani.

SURABAYA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah melakukan kunjungan kerja ke Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (4/7). Kunker Wagub Rohmi itu dalam rangka sharing gagasan terkait rumah bahasa yang saat ini sedang dikembangkan di Provinsi NTB.

Rumah Bahasa, gagasan Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah dan Wagub Rohmi, merupakan tempat bagi anak-anak NTB untuk belajar dan meningkatkan kemampuan bahasa asing. Serta tidak ada lagi alasan bagi anak-anak NTB untuk tidak menimba ilmu serta memperluas jaringan ke luar negeri.

Kunker Wagub Rohmi di Kota Pahlawan itu juga dimaksudkan untuk menyerap serta mempertajam pemahaman program rumah bahasa yang dilaksanakan Pemerintah Kota Surabaya. Sehingga, kolaborasi pemahaman tentang program tersebut diyakini dapat mendukung kemajuan masing-masing daerah.

Di Kota Surabaya, tepatnya di Rumah Bahasa Balai Pemuda, Wagub Rohmi disambut Kepala Bagian Administrasi Kerja Sama Pemerintah Kota Surabaya, Dewi Wahyu Wardani.

Pada lawatannya ini, Wagub Rohmi menjelaskan kepada jajaran Pemerintah Kota Surabaya yang menangani Rumah Bahasa,  NTB memiliki program pengiriman mahasiswa ke luar negeri. Sehingga, kemampuan bahasa bagi mereka menjadi sebuah tuntutan. Karena itu, Pemprov NTB lanjutnya, menggagas program yang disebut Rumah Bahasa. Yaitu fokus pada persiapan kemampuan TOEFL dan IELTS bagi anak-anak NTB.

‘’Dengan program ini mereka mampu bersaing dengan siapapun.  Sebab, banyak sekali beasiswa yang disediakan oleh lembaga dalam dan luar negeri,’’ kata Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, H Rusman, Kamis (4/7).

Wagub Rohmi berharap kunjungannya ke Rumah Bahasa Kota Surabaya ini dapat memberi nilai tambah bagi peningkatan kualitas Rumah Bahasa di NTB. Apalagi di Kota Surabaya ini, rumah bahasanya dilaksanakan gratis dan diajar oleh para volunteer dan tidak dibayar. Pengelolaannya di bawah Bagian Kerja Sama, yang menjalin kerja sama dengan konjen-konjen, universitas-universitas dan lembaga-lembaga yang kemudian menyumbangkan tutor bagi rumah bahasa itu.

‘’Hal-hal positif di sini dapat kita pelajari dan kita terapkan di NTB. Konsep yang kita punya adalah untuk tujuan peningkatan kemampuan toefl-Ielts dan bisa diintegrasikan dengan apa yang ada di Surabaya. Sehingga di NTB ke depan ada rumah bahasa yang lengkap yang melayani kebutuhan lanjut sekolah ke luar negeri maupun kebutuhan yang lain,’’ ujarnya.

Kepala Bagian Administrasi Kerja Sama Pemerintah Kota Surabaya, Dewi Wahyu Wardani memaparkan rumah bahasa di Kota Surabaya ini awalnya hanya membuka kelas Bahasa Inggris. Sebab katanya, Wali Kota Surabaya, Risma menggagas program ini untuk menghadapi era MEA. Namun dalam perjalanannya, semakin banyak bahasa yang dibuka untuk masyarakat. Sehingga saat ini katanya, sudah ada dua belas bahasa asing yang diajarkan di rumah bahasa itu.

Selain itu, pesertanya tidak hanya pelajar, namun juga masyarakat umum. Seperti, sopir taxi, pedagang, pengusaha, pemandu bahkan tukang becak. Apalagi katanya, banyak produk-produk kreatif Surabaya yang telah dipasarkan ke luar negeri. Sehingga, kemampuan bahasa asing bagi pelaku usaha kreatif sangat dibutuhkan.

Untuk manajemennya, rumah bahasa ini katanya di bawah tanggung jawab Bagian Administrasi Kerjasama Pemerintah Kota Surabaya. Para tutornya juga lanjutnya, mau menjadi volunteer sebagai wujud pengabdian dan kecintaannya pada masyarakat Surabaya. ‘’Kami ucapkan terima kasih kepada Ibu Wakil Gubernur NTB yang telah hadir dan berkunjung ke rumah bahasa kami,’’ katanya.

Usai paparan, Wagub Rohmi diajak keliling rumah bahasa serta mengunjungi perpustakaan umum Kota Surabaya. Di sela-sela kunjungan tersebut, Wagub Rohmi menyempatkan diri berinteraksi dengan pengunjung perpustakaan dan para peserta yang sedang belajar di rumah bahasa.(dra)

Kirim Komentar

Leave a Reply