Maraknya Perjudian di Batam, Henny Susanti Minta Aparat dan Semua Unsur Turun Tangan

JAKARTA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Maraknya lokasi judi terselubung wilayah otoritas Kota Batam menjadi sorotan khusus dari Ibu Henny Susanti, politisi wanita asal Provinsi Kepulauan Riau.

Henny Susanti.

Henny yang ditemui wartawan pada acara kegiatan Dialog Kebangsaan yang dilaksanakan oleh Lemhanas RI di Gedung Tri Gatra Jalan Merdeka Selatan Jakarta, 9 Juli 2019 lalu, mengungkapkan keprihatinannya atas munculnya tempat-tempat perjudian ilegal yang disiapkan disejumlah Gedung Berlantai dikawasan Kota Batam.

“Saya khawatir maraknya tempat judi ilegal di daerah Batam akan berdampak pada situasi yang tidak kondusip dan jelas merupakan pelanggaran hukum, sebab Undang-Undang Negara ini tak melegalkan segala bentuk permainan yang mengarah pada perjuadian,” katanya.

Henny juga menegaskan agar aparat jangan menutup mata atas persoalan ini.

Sebagai tokoh masyarakat, ia memiliki kewajiban untuk menuntaskan masalah ini sehingga wilayah otoritas Batam yang merupakan daerah kawasan ekonomi khusus yang bersentuhan langsung dengan Negara tetangga Singapura dan Malaysia tidak dirusak oleh ulah ‘pengusaha nakal’ penyedia sarana judi atau oknum aparat yang mencoba menutup mata atau pura-pura tidak tahu.

Selain itu, wanita cantik Alumni Taplai Pemuda Lemhanas Angkatan Pertama ini juga berharap pada Pemerintah Daerah agar tidak tinggal diam atau membiarkan keberadaan tempat-tempat judi dan maksiat sehingga Batam selalu dalam situasi aman dan kondusip.

“Saya hanya mengingatkan agar semua pihak baik aparat Kepolisian maupun Pemerintah daerah agar tidak menganggap remeh pernyataan saya ini,” ujarnya.

Mumpung ia berada di Jakarta dan bertemu dengan sejumlah perwira, baik dari Mabes Polri atau TNI di Lemhanas, ia mencoba melakukan pendekatan dan menyampaikan persoalan ini. Rupanya mendapat tanggapan dan Insha Allah akan dikawal oleh mereka bahkan akan diberikan perhatian khusus.

Unsur lain seperti tokoh pemuda, tokoh agama dan masyarakat juga jangan lengah dan membiarkan maraknya perjudian di seluruh Kepri, terlebih lagi jika ilegal dan terorganisir, supaya mempengaruhi kondusifitas Batam yang dikenal sebagai Kawasan Ekonomi Khusus yang berbatasan langsung dengan negara tetangga yakni Malaysia dan Singapura.(AS)

Kirim Komentar

Leave a Reply