Disdag NTB Gelar Pasar Sembako Murah

Kepala Dnas Perdagangan Provinsi NTB, Hj Putu Selly Andayani memegang salah satu produk di pasar sembako murah.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar pasar sembako murah bagi masyarakat. Pasar murah tersebut dipusatkan di Banjar Karang Kubu, Cakranegara, Kota Mataram, Jumat (19/7).

Kegiatan tersebut digelar menyambut hari raya Galungan bagi umat Hindu di Kota Mataram. Bahkan, bagi umat Hindu yang kurang mampu diberikan sembako gratis dengan hanya bermodal KTP.

Kepala Dnas Perdagangan Provinsi NTB, Hj Putu Selly Andayani, mengatakan pasar sembako murah ini digelar untuk menghadapi hari besar keagamaan. Sehingga Disdag NTB bekerja sama dengan organisasi pemuda Hindu Prada Kota Mataram untuk menggelar pasar sembako murah atau bazar Sembako.

‘’Kami hadirkan ini ada 25 distributor, khusus untuk bapok (bahan pokok) ada minyak tepung dan juga ada buah-buahan, karena ini memang sangat dibutuhkan bagi umat Hindu untuk menghadapi Hari Raya Galungan,’’ kata Hj Putu Selly Andayani di lokasi pasar sembako murah, Banjar Karang Kubu, Cakranegara, Kota Mataram, Jumat (19/7).

Nantinya, kata Selly, acara serupa juga akan digelar di Lingkungan Karang Medain, Kota Mataram menjelang Hari Raya Kuningan. Begitu juga dengan Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriyah nanti.

‘’Harganya jauh lebih murah dari harga di pasar. Contohnya minyak kita siapkan Rp10,9 ribu masih di bawah, beras Rp8,8 ribu per kilo, dan lainnya,’’ ujarnya.

Warga Cakranegara, Candi mengaku senang dengan hadirnya pasar sembako murah ini. Harga yang lebih murah dari harga pasaran dinilai dapat membantu masyarakat. ‘’Harganya murah. Misalnya beras lima kilo Rp40 ribu. Kalau di pasar per kilo Rp10 ribu. Kan lumayan hemat,’’ katanya.

Ia berharap agar pasar sembako murah seperti ini dapat terus diadakan untuk membantu masyarakat. ‘’Sangat diperlukan menjelang hari raya. Tapi enggak mesti hari raya aja sih, kalau perlu sering-sering,’’ harapnya.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply