MTsN 1 Lotim Wakili NTB Lomba Sekolah Sehat Nasional

 

Sekda Lotim, H Rochman Farly (kiri) menyerahkan cendera mata kepada ketua tim penilai pusat lomba sekolah sehat tingkat nasional di MTsN 1 Lotim, Selasa (23/7).

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Tim penilai pusat dalam ajang lomba sekolah sehat tingkat nasional, Selasa (23/7), tiba di komplek MTsN 1 Lombok Timur (Lotim), yang berlokasi di kawasan Gelang.

Kedatangan tim penilai pusat tersebut tak lain untuk menilai secara langsung kondisi MTs Negeri 1 Lotim yang mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam ajang lomba ini.

Tim juri yang terdiri dari 3 orang itu disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Lombok Timur (Sekda Lotim), Kepala Biro Kesra Pemprov NTB, Kepala Kemenag Lotim, Forkopimda Lotim, dan seluruh civitas MTsN 1 Lotim serta para siswa.

Sekda Lotim, H Rochman Farly dalam sambutan penerimaannya menyatakan sangat berbangga Lombok Timur mewakili NTB dalam ajang lomba kesehatan sekolah untuk tingkat SLTP. Menurutnya, ini adalah kesempatan emas untuk menimba pengalaman dalam peningkatan kualitas kesehatan sekolah mengingat lingkungan yang bersih dan sehat menjadi kebutuhan hidup.

Sekda juga berharap, melalui lomba sekolah sehat dapat mendidik dan melatih kebiasaan hidup yang bersih dan sehat sejak anak di bangku sekolah.

Senada dengan Sekda, Ketua Tim Penilai, Surip M.Pd menyampaikan, lomba sekolah sehat dimaksudkan untuk membudayakan prilaku hidup bersih dan sehat dimulai dari tingkat sekolah.

Surip juga menyebut dalam ajang lomba tingkat nasional ini, diikuti oleh 25 provinsi, 53 kabupaten dan 27 kota dengan rincian sekolah terdiri dari 21 TK, 24 tingkat SD/MI, 25 tingkat SLTP dan 24 tingkat SLTA.

Sementara itu, sehari sebelum penilaian, Senin (22/7), Kepala MTsN 1 Lotim, H Maslun usai mendampingi Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kemenag Provinsi NTB, H Zamroni Azis bersama Kepala Kemenag Lombok Timur, H Azharuddin, kepada wartawan mengaku sangat siap menghadapi penilaian lomba tingkat nasional yang akan diselenggarakan Selasa (23/7).

‘’Kami sudah sangat siap menghadapi penilaian tingkat nasional. Dan persiapan kami tidak instan apalagi merekayasa persiapan, namun apa yang akan kami tampilkan memang sudah berupa dinamikan keseharian di lingkungan madrasah kami,’’ kata Maslun.

Kepala Kemenag Lotim, H Azharuddin (kiri), Kabid Penmad Kanwil Kemenag NTB, H Zamroni Azis (tengah), Kepala MTsN 1 Lotim, H Maslun (kanan) usai memantau persiapan MTsN 1 Lotim mewakili NTB menghadapi penilaian lomba sekolah sehat tingkat nasional.

Lebih lanjut Maslun menjelaskan, paling tidak ada 3 dinamika sekolah sehat yang akan menjadi aspek penilaian, di antaranya; pertama, kemampuan madrasah mewujudkan sekolah sehat, yakni tata cara prilaku siswa hidup sehat dan lingkungan sekolah sehat termasuk kelengkapan sarana/prasarana sehat di sekolah. Kedua, performa sekolah yakni lingkungan sekolah yang nampak keasrian (keindahan) secara fisik sarana termasuk keindahan penataan fisik sekolah. Ketiga, etitute atau etika semua pihak di lingkungan sekolah baik para guru/pegawai dan para siswa dalam interaksi sehari-hari.

Maslun mengaku dalam menghadapi lomba tingkat nasional ini semua sudah terpenuhi sejak sekolahnya mengikuti lomba tingkat kabupaten hingga tingkat provinsi. Hanya saja katanya, menghadapi lomba nasional ini persiapan yang dilakukan hanya sifatnya menambah-nambah sedikit. ‘’Apa yang menjadi aspek penilaian tingkat nasional besok, semuanya sudah lengkap dan sangat natural tanpa rekayasa, karena sudah menjadi keseharian kami di sekolah,’’ ujarnya.

Di tempat yang sama, Kabid Penmad Kanwil Kemenag NTB, H Zamroni Azis yang datang memantau langsung persiapan lomba memberikan apresiasi kepada pihak MTsN I Lombok Timur atas prestasi yang diraih. Hal ini katanya, membuktikan kepada masyarakat bahwa memang benar jargon yang menyebut ‘madrasah lebih baik, lebih baik madrasah’.

Dan lanjutnya, masyarakat semakin melirik madrasah sebagai tempat menyekolahkan putra-putrinya. Terbukti pula MTsN 1 Lotim dalam tahun ajaran ini jumlah siswanya mencapai 1065 orang.

H Zamroni juga menyebut, dalam menghadapi lomba tingkat nasional ini, bukan hanya tanggung jawab pihak Kemenag saja karena bukan lomba madrasah/sekolah di bawah kementerian agama saja, namun ini adalah lomba sekolah secara umum sehingga tanggung jawab pemerintah daerah baik kabupaten atau provinsi.

‘’Secara kebetulan saja yang mewakili NTB adalah MTsN 1 Lotim sehingga nampak pihak Kemenag menjadi depan. Padahal di dalamnya ada keterkaitan dengan Dinas Kesehatan, Dinas PU, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan baik provinsi maupun kabupaten,’’ kata H Zamroni Aziz seraya menambahkan, prosesi acara penyambutan tim penilai pusat Selasa besok, dihandle oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Lotim.

Sedangkan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur, H Azharuddin menyebut, bukan kali ini saja ada madrasah yang menjuarai lomba sekolah sehat. Tahun 2017 lalu katanya, Madrasah Aliyah Muallimin NW Pancor pernah juga mewakili NTB lomba sekolah sehat tingkat SLTA nasional dan dapat juara III nasional.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply