AHM Harap Dispar Data Potensi Wisatawan yang Berkunjung ke Kota Mataram

 

FOM Hotel Golden Palace Lombok, Beggy (kiri); Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Mataram, LM Iswadi Athar (tengah); dan Ketua AHM, Ernanda Agung Dewobroto, CHA (kanan).

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Asosiasi Hotel Mataram (AHM) mendorong sepenuhnya implementasi Mataram sebagai Kota MICE (meeting, incentive, convention, dan exhibition).

Ketua AHM, Ernanda Agung Dewobroto, CHA berharap Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram untuk melakukan pendataan terhadap potensi wisatawan yang berkunjung ke Kota Mataram.

‘’Kalau kita serius, coba mari kita perbanyak event yang bisa mendatangkan wisatawan ke Mataram sebagai Kota MICE,’’ kata Ketua AHM, Ernanda Agung Dewobroto, CHA di Mataram, Rabu (24/7).

General Manager (GM) Hotel Golden Palace Lombok ini mengaku memegang data jumlah kunjungan wisatawan yang stay di hotel.

Ernanda menyampaikan bahwa AHM siap bersinergi dengan Dispar Kota Mataram dan Badan Promosi Pariwisata Kota Mataram (BP2KM) untuk bersama-sama dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Ibu Kota Provinsi NTB ini.

Lebih-lebih dalam waktu dekat ini, akan ada event Festival Mataram. Sehingga dalam penyelenggaraan event ini diperlukan sinergitas bersama. ‘’Dalam event ini kami siap membantu dan memberikan masukan-masukan dalam persiapan dan kemasannya yang terbarukan,’’ ujarnya.

Festival Mataram sebagai event yang sakral diharapkan mampu mendatangkan banyak wisatawan ke Kota Mataram. Untuk mewujudkan hal itu, tentunya diperlukan strategi yang jitu dalam pengemasan event tersebut sehingga bisa mengesankan bagi wisatawan yang berkunjung. ‘’Anggaran yang dikeluarkan harus sebanding dengan jumlah wisatawan yang datang dalam event Festival Mataram,’’ ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Mataram (BP2KM), LM Iswadi Athar menjelaskan, sebagai orang yang diberi amanah untuk duduk dikepengurusan badan promosi tentunya ia siap membantu dalam mempromosikan paket-paket pariwisata yang menunjang program MICE di Kota Mataram yang nantinya akan membangkitkan industri pariwisata di kota ini.

‘’Pemkot Mataram sudah menerbitkan Peraturan Wali Kota Perwal Mataram No.12 tahun 2004 tentang kawasan pariwisata MICE di Kota Mataram. Dalam menunjang penerbitan Perwal (Peraturan Wali Kota) tersebut, ia membutuhkan perguruan tinggi/Politeknik Pariwisata di Mataram. Tentunya perguruan tinggi pariwisata/Politeknik yang spesifik dengan program study MICE. Inilah yang menjadi PR kita bersama,’’ kata Iswadi.

Kota Mataram sebagai Ibu Kota Provinsi NTB, kata Iswadi, mestinya harus memiliki data center yang akurat tentang data wisatawan. Di mana, data harus terintegrasi antara industri dan pemerintah. Maka, BP2KM menjadi perekat antara pemerintah dan industri pariwisata.

Terkait Festival Mataram, ia merasa optimis bila wisatawan banyak yang hadir. ‘’Dalam event tersebut, kita akan bantu komunikasikan dengan pelaku usaha pariwisata, pramuwisata, travel agent, dan media. Intinya tinggal berbagi peran dan pelibatan stakeholders pariwisata di Kota Mataram,’’ ujarnya.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply