Ingin Lanjutkan Investasi, PT ESL Didesak Lebih Serius

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, H Lalu Gita Ariyadi saat menerima Direktur Eco Regions Group, John Higson didampingi direktur hukum, Sri Bima Putra dan beberapa local staff.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Setelah lama tidak muncul, kini PT Eco Solution Lombok (ESL) akan melanjutkan investasinya di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). PT ESL akan melanjutkan investasi di Tanjung Ringgit, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, dengan mengembangkan lahan seluas 339 hektare.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, H Lalu Gita Ariyadi mengatakan, konsep investasi PT ESL di Tanjung Ringgit dengan pembangunan eco resort berupa medical tourism. ‘’Konsepnya nanti eco resort berupa medical tourism, yang melestarikan lingkungan alam dan mengembangkan potensi ekonomi lokal,’’ kata H Lalu Gita Aryadi saat dihubungi Jumat (26/7).

Sebagai komitmen berinvestasi, pada Rabu (24/7) lalu, Direktur Eco Regions Group, John Higson didampingi direktur hukum, Sri Bima Putra dan beberapa local staff, mengunjungi kantor DPMPTSP Provinsi NTB. ‘’Mereka hadir untuk menyampaikan komitmennya berinvestasi serta mengkonfirmasi berbagai hal untuk kelancaran proses investasi selanjutnya,’’ ujarnya.

Gita Aryadi menyambut baik rencana investasi tersebut. Dia menjelaskan PT ESL sejak 2010 lalu mulai merintis investasinya di Provinsi NTB. Perusahaan tersebut telah mendapatkan dukungan dari Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy, Gubernur NTB kala itu dijabat TGH M Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) maupun dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang kala itu dijabat Mari Elka Pangestu.

Untuk menunjukkan komitmen berinvestasi, PT ESL telah berupaya mengatasi berbagai kendala di lapangan meski belum seluruhnya tuntas. Kendala yang dihadapi berupa status lahan yang belum clear and clean karena ada sertifikat hak milik, permasalahan dengan penduduk lokal yang menggembala ternak dan lainnya.

Sebagai bukti kesungguhannya berinvestasi, PT ESL juga menunjukkan konsep eco resort yang ingin dibangun dengan mengundang pihak terkait ke Swedia.

Gita Aryadi berharap agar perusahaan tersebut lebih serius melanjutkan investasi dan harus memenuhi kewajiban membayar iuran Izin Usaha Penyediaan Jasa Wisata Alam (IUPJWA) maupun Izin Usaha Penyediaan Sarana Wisata Alam (IUPSWA). ‘’Ya, jika serius berinvestasi tunjukkan komitmen dengan memenuhi kewajiban membayar IUPJWA dan IUPSWA,’’ ucapnya.

Bahkan pada Kamis (25/7) kemarin, jajaran PT ESL yang diwakili Komisaris Eco Region Group, I Gusti Putu Ekadana, Direktur Hukum, Local Staff dan didampingi Kepala DPMPTSP Provinsi NTB, H Lalu Gita Ariyadi melakukan audiensi dengan Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy.

Setali tiga uang dengan Kepala DPMPTSP Provinsi NTB, H Lalu Gita Ariyadi, Bupati Sukiman dengan tegas meminta PT ESL lebih serius terhadap investasinya dan harus melakukan aksi di lapangan untuk membuktikan komitmennya.

Kini bola ada di tangan PT ESL untuk serius merealisasikan rencana investasinya. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berjanji memberikan dukungan terhadap investasi tersebut. Demikian pula dengan Pemerintah Provinsi NTB yang akan membentuk Tim Percepatan Pembangunan Eco Resort di Kawasan Tanjung Ringgit.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply