Pilkada Kota Mataram 2020, Forum Mataram Rembug Inginkan Perubahan

Lalu Bagiasman.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Tahun 2020 mendatang, masyarakat Kota Mataram kembali akan melakukan pemilihan kepala daerah (Pilkada). Di mana, pada tahun tersebut masa jabatan wali kota dan wakil wali kota Mataram akan berakhir.

Berkaitan dengan akan berakhirnya masa jabatan tersebut, sekarang ini sudah mulai didengungkan dengan munculnya beberapa tokoh masyarakat sebagai bakal calon pemimpin yang akan siap bertarung dalam Pilkada Kota Mataram.

‘’Kami selaku bagian dari masyarakat Kota Mataram yang tergabung dalam Forum Mataram Rembug tergerak hati ingin ikut berpartisipasi membantu masyarakat luas dalam memberikan gambaran untuk memilih dan menentukan calon pemimpin Kota Mataram, dengan harapan bahwa pemilihan calon pemimpin oleh masyarakat sebagai pemilih sudah berdasarkan kepada pemikiran yang bijak (pemilih cerdas),’’ kata Tim Penasihat Forum Mataram Rembug, Lalu Bagiasman kepada Lomboktoday.co.id, di Mataram, Senin (29/7).

Bagiasman mengatakan, kompleksitas problematika yang dihadapi oleh Kota Mataram telah merambah kepada semua aspek kehidupan manusia, baik itu aspek ekonomi, politik maupun sosial budaya.

Salah satu persoalan krusial yang dihadapi saat ini adalah munculnya fenomena ancaman demografis yakni tingginya angka pertambahan penduduk secara umum, termasuk di dalamnya adalah tingginya angka pertumbuhan penduduk usia produktif yang tidak diimbangi oleh cadangan sumber-sumber kehidupan baik itu pendidikan, lapangan pekerjaan, sarana prasarana di bidang kesehatan dan infrastruktur ekonomi lainnya yang memadai.

Kesenjangan ini tentu akan menimbulkan persoalan kolektif, di mana banyaknya penduduk usia produktif akan menjadi target atau sasaran dari berbagai penyimpangan seperti drugs dealer (pengedar narkoba), radikalisme, kekerasan dan berbagai tindak kriminal lainnya yang dapat mengancam atau bahkan menghentikan sustainabilitas (keberlangsungan) bersama di Kota Mataram ini.

Mencermati sekaligus merespon ancaman demografis tersebut, sudah saatnya seluruh komponen masyarakat Kota Mataram peduli dan memiliki kesadaran yang terstruktur dalam mengapresiasi memilih dan menentukan pemimpin yang dapat membawa dan menjamin perubahan dan transformasi Kota Mataram ke arah yang lebih baik. Di mana semua kebutuhan yang dipersyaratkan dalam menjamin proses itu telah terpenuhi.

Selain itu, calon pemimpin Kota Mataram harus mampu dan memiliki kapabilitas/profesionalitas dalam mengatasi ancaman demografis tersebut.

Karenanya, dalam upaya menemukan pemimpin Kota Mataram yang benar-benar memenuhi persyaratan yang dimaksud, seyogyanya seluruh masyarakat Kota Mataram harus bertanggung jawab dalam menyaring, menyeleksi, memilih dan menentukan sang pemimpin. Proses itu harus dilakukan secara logis, rasional, jujur dan transparan.

Guna memenuhi persyaratan itu, perlu di elaborasi lebih detail bahwa kriteria sang pemimpin Kota Mataram adalah mereka yang memiliki integritas (sikap), kapabilitas (kemampuan), akseptabilitas (keberterimaan).

Bagiasman yang didampingi Lalu Riza dan H Anang Husni menjelaskan, pemimpin yang berintegritas itu harus memiliki komitmen, kesungguhan hati dan keyakinan diri untuk mengemban amanah publik dan melayani kepentingan publik berdasarkan nilai-nilai Illahiah yaitu kebenaran, kejujuran dan keadilan. Hal ini bisa diketahui melalui rekam jejak yang ada pada diri calon pemimpin.

Sedangkan pemimpin yang mempunyai kapabilitas, kata Bagiasman, figur pemimpin yang mempunyai kemampuan profesional baik di bidang ilmu pengetahuan maupun keterampilan yang dibutuhkan dalam mewujudkan cita-cita bersama yaitu masyarakat Kota Mataram yang berkemajuan berdasarkan nilai-nilai luhur agama dan budaya.

‘’Pemimpin Kota Mataram itu tidak hanya mampu mengidentifikasi, mengklasifikasi dan mengategorikan permasalahan, hambatan dan tantangan yang dihadapi oleh semua masyarakat, tapi juga memiliki kemampuan menawarkan solusi strategis dalam mengatasi permasalahan, hambatan dan tantangan tersebut. Artinya pemimpin itu lebih paham secara mendetail sehingga benar-benar menguasai kemampuannya dari titik kelemahan hingga cara mengatasinya,’’ ujarnya.

Kapabilitas dalam mengeksekusi suatu program dilihat dari kemampuan mengharmonikan seluruh faktor dan sumber daya yang tersedia untuk tercapainya tujuan secara terukur dalam dimensi waktu, target kuantitas dan kualitas suatu program. Ujian sesungguhnya kapabilitas adalah kemampuan survive dan unggul ketika situasi gelombang eksternal tidak mendukung atau bersahabat.

Sementara pemimpin yang mempunyai akseptabilitas, itu berkaitan dengan kemampuan mereka untuk menerima dan diterima berbagai golongan masyarakat yang menamakan dirinya dengan stakeholders.

Maknanya adalah calon pemimpin Kota Mataram mampu menyampaikan gagasan-gagasan solutif kepada masyarakat secara efektif sehingga dapat menjadi kekuatan yang menggerakkan potensi-potensi masyarakat dalam meningkatkan partisipasi aktif masyarakat itu sendiri dalam proses pembangunan yang diprogramkan menuju perwujudan cita-cita bersama.

‘’Politik akal sehat bagi kita adalah upaya untuk mengajak dan mendidik masyarakat untuk melihat politik sebagai gejala sosial biasa, yang tidak perlu dipertahankan secara mati-matian hanya karena ikatan ideologis, kekentalan doktrin atau kekaguman kharismatik. Kita ingin mengembangkan suatu karakter masyarakat yaitu dengan memasukkan elemen rasionalitas didalam kehidupan publik, karena kita percaya bahwa hanya dengan itulah kita mampu mengolah sumber daya kita dan keperluan politik demokratis kita didalam visi yang jernih tentang tatanan dunia baru di milenium ini,’’ katanya.

Untuk itu, ia mengimbau dan mengajak kepada seluruh masyarakat agar benar-benar teliti sebelum membeli, objektif bukan berdasarkan pada kedekatan hubungan (nepotisme), rasa suka atau tidak suka, melainkan menggunakan pertimbangan yang rasional akal sehat dan nurani yang bersih, demi terwujudnya kepemimpinan yang bersih, berwibawa, jujur dan profesional.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply