Bupati Sukiman Hadiahi Pantun Untuk Caleg Gagal

Suasana sidang paripurna DPRD Lotim penetapan 4 Perda, Selasa (30/7).

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Di hadapan sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur, Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy membacakan pandangan akhirnya. Bupati Sukiman menyampaikan apresiasi atas perjalanan sidang dewan dari awal pembahasan 3 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang kini telah ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Dalam paripurna XIII masa sidang III tahun 2019 yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Lotim Selasa (30/7), Bupati Sukiman juga menyampaikan permohonan maaf atas segala hilaf dan salah selama ini. Hal itu disampaikan Bupati Sukiman berkaitan dengan akan berakhirnya masa pengabdian anggota dewan Lotim periode 2014-2019 yang tinggal menghitung hari.

‘’Kami tahu bahwa bahwa masa bhakti seluruh anggota dewan akan berakhir. Penetapan 3 Perda ini adalah merupakan agenda terakhir dewan periode 2014-2019. Dan kami tahu bahwa anggota dewan pada periode berikutnya akan lebih banyak diwarnai oleh wajah-wajah baru,’’ kata Bupati Sukiman.

Untuk wajah lama yang terpilih kembali, Bupati Sukiman menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali. Khusus bagi anggota dewan petahana yang tidak terpilih kembali alias gagal terpilih periode berikutnya, Bupati Sukiman menghadiahkan sebuah pantun yang berbunyi ‘Besar nian buah kueni, ditanam dekat bambu tanpa diminta’ = ‘Ladang pengabdian bukan hanya di sini, di luar sana rakyat menunggu kifrah kita’.

Riuh tepuk tangan seluruh pimpinan dan anggota dewan menggelegar, termasuk seluruh pejabat eksekutif yang duduk di kursi balkon ruang sidang.

Rupaya, Bupati Sukiman membuat pantun yang terkesan spontanitas tersebut, terobsesi dengan semua pembaca laporan dari masing-masing gabungan komisi baik gabungan komisi 1 dan gabungan komisi 2 semua menutup laporan dengan menyitir pantun. H Daeng Paelori yang memimpin sidang pun ikut menyitir pantun.

Sebelum Bupati Sukiman menyampaikan pandangan akhirnya, sidang dewan telah menyepakati 3 Raperda menjadi Perda. Di antaranya 2 Perda inisiatif dewan yakni Perda tentang Perlindugan produk-produk lokal dan Perda tentang Tatacara pengembangan pasar rakyat serta penataan pusat perbelanjaan dan toko swalayan. Selain itu, dewan juga menetapkan Perda perubahan APBD Lotim tahun 2019.

Usai menetapkan 3 Perda tersebut, kemudian dilanjutkan dengan sidang paripurna penetapan Persetujuan tentang persiapan pemekaran Kabupaten Lombok Selatan (KLS). Dari pantauan wartawan media ini, pimpinan sidang dilukir dari sidang penetapan 3 Perda yang dipimpin H Daeng Paelori.

Ketika dilanjut dengan sidang penetapan Persetujuan KLS, Ketua DPRD Lotim, R Rahadian Soejono mengambil alih pimpinan sidang. Setelah pihak sekretariat dewan membacakan Rancangan Persetujuan KLS, seluruh pimpinan dan anggota dewan menyatakan dengan suara bulat menyetujui Persetujuan bernomor 16 tahun 2019 tentang KLS.

Beberapa point penting yang disetujui dewan pada Persetujuan KLS di antaranya; Pertama, disetujui pembentukan komite persiapan KLS. Kedua, setuju dinerikan anggaran selama 3 tahun berturut-turut masa persiapan. Ketiga, setuju pengalihan separuh unsur-unsur perangkat daerah. Keempat, setuju penetapan kecamatan Terara sebagai pusat ibu kota KLS yakni di kawasan Pandan Dure. Dan kelima, setujua KLS meliputi kecamatan Terara, Sikur, Montong Gading, Sakra, Sakra Barat, Sakra Timur, Keruak dan Jerowaru. Sidang ditutup dengan penanda-tanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bupati Sukiman dengan seluruh pimpinan dewan dan disaksikan seluruh Forkopimda Lotim yang hadir.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply