LARD NTB Gelar Sekolah Pancasila

Direktur LARD NTB, Andra Ashadi saat menjadi pemateri pada kegiatan Sekolah Pancasila di Ponpes Nurul Ilham, Dusun Bagek Gaet, Desa Pohgading Timur, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Lembaga Advokasi Rakyat untuk Demokrasi Nusa Tenggara Barat (LARD NTB) menggelar Sekolah Pancasila dengan tema ‘Membangun Sikap Toleran dan Anti Kekerasan Berbasis Wawasan Kebangsaan serta Keberagaman di Sekolah’, pada Kamis (1/8). Kegiatan tersebut dilaksananakan di Ponpes Nurul Ilham, Dusun Bagek Gaet, Desa Pohgading Timur, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Peserta sekolah Pancasila yang melibatkan seluruh santri di Ponpes tersebut, tampak antusias mendengar paparan pemateri yang langsung disampaikan oleh Direktur LARD NTB, Andra Ashadi dan moderator, M Baihaki.

Menurut Andra Ashadi, kegiatan tersebut bertujuan memberikan wawasan kebangsaan, pengenalan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. ‘’Kami dari LARD sangat resah melihat generasi bangsa yang mulai luntur rasa dan sikap Nasionalismenya. Itulah yang menginspirasi kami untuk menggelar sekolah kilat ini untuk memberikan wawasan narasi/argumen agama dalam memandang keberagaman dan pluralitas, serta terbangunnya sikap toleran dan anti kekerasan kepada para pemuda lintas iman di sekolah,’’ kata Andra Ashadi yang juga aktivis muda ini.

Dalam acara tersebut, Andra menekankan untuk memperkuat toleransi dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih saat ini, tambahnya, paham radikalisme menggerogoti generasi muda. ‘’Sebagai warga negara wajib hukumnya memenangkan Pancasila di atas ideologi lain. Karena Pancasila adalah hasil dari perenungan dan pemikiran para pendiri bangsa yang digali dari sanubari rakyat sejak masa kerajaan,’’ ujarnya.

Andra juga menjelaskan sejarah Pancasila dengan mengutip pandangan Soekarno dalam sidang BPUPKI. Dalam sidang tersebut, banyak tokoh berdebat tentang ideologi yang paling ideal untuk Indonesia. ‘’Pancasila adalah ideologi paling ideal bagi Indonesia. Bahkan lebih ideal dari ideologi-ideologi lain di seluruh dunia. Karenanya Pancasila harus terus disosialisasikan kepada generasi muda agar tak tersesat,’’ kata Andra yang disambut tepuk tangan meriah dari peserta.

Ia berharap kepada seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga Pancasila yang kalau diperas menjadi satu akan lahir gotong royong. Lewat gotong royong itulah sesungguhnya rakyat Indonesia dapat mengamalkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. ‘’Gotong royong yang sudah semakin luntur di zaman ini, mari sama-sama kita kembalikan karena dengan itu kita bisa mengamalkan sosio nasionalisme kita sebagai warga Negara,’’ ujarnya.

Kegiatan seminar tersebut ditutup dengan pembacaan komitmen bersama untuk melawan ujaran kebencian, hoaks, serta mengamalkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply