Tujuh Kabupaten di NTB Terbebas dari Status Daerah Tertinggal

Ini 7 kabupaten di NTB yang terbebas dari status daerah tertinggal.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Tujuh (7) kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah resmi dinyatakan keluar dari status daerah tertinggal. Kabar gembira itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Nomor 79 Tahun 2019 tentang penetapan kabupaten daerah tertinggal yang dientaskan tahun 2015-2019.

Sebelumnya, dalam Peraturan Presiden Nomor 131 Tahun 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019, terdapat delapan kabupaten yang berstatus daerah tertinggal. Kini, hanya satu kabupaten yang masih menyandang status daerah tertinggal, yaitu Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Sementara, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu dan Kabupaten Bima sudah tidak lagi menyandang status daerah tertinggal tersebut.

‘’Memang benar, tujuh kabupaten di NTB sudah terentaskan dari status daerah tertinggal. Jadi, sekarang tinggal Kabupaten Lombok Utara (KLU) saja yang belum,’’ kata Kepala Bappeda Provinsi NTB, Wedha Magma Ardhi, di Mataram, Jumat (2/8).

Capaian ini, kata Ardhi, adalah berkat upaya semua pihak, termasuk masyarakat NTB di daerah yang berhasil melepaskan diri dari status daerah tertinggal. Selain itu, keberhasilan mengentaskan tujuh daerah tertinggal ini juga tidak berarti tugas Pemda semakin ringan. Justru, kata Ardhi, hal itu memunculkan tantangan yang lebih berat. Salah satu tantangan baru yang harus dihadapi adalah mempertahankan agar kabupaten yang sudah terentaskan dari status tertinggal tersebut tidak lagi kembali menjadi daerah tertinggal. ‘’Ini yang harus kita jaga. Jangan sampai mereka menjadi tertinggal lagi,’’ ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTB terus menerus mencermati postur APBD kabupaten/kota. Upaya ini adalah salah satu mekanisme yang penting untuk dilakukan. Adanya postur APBD yang sehat, memungkinkan daerah tersebut untuk menitikberatkan sumber dayanya pada kegiatan pembangunan fasilitas dasar untuk masyarakat.

Ardhi menjelaskan, sejumlah variabel penentu keberhasilan keluar dari status daerah tertinggal harus terus menerus dipantau. Sejumlah variabel tersebut, perlu diperhatikan bersama-sama agar terus memperlihatkan kemajuan yang menggembirakan.(dra)

Kirim Komentar

Leave a Reply