Menteri PAN-RB Apresiasi Penerapan E-Kinerja Berbasis BSC di NTB

Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah saat bertemu Menteri PAN-RB, Syafruddin.

JAKARTA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) terus berbenah dalam meningkatkan tata kelola pembangunan agar fokus pada pencapaian indikator RPJMD NTB untuk mewujudkan NTB Gemilang. Di antara langkah konkret yang akan dilakukan adalah penggunaan aplikasi e-kinerja dengan metode Balance Score Card (BSC) yang diintegrasikan dengan sistem pengukuran kinerja para pejabat struktural beserta seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) pengelola kegiatan dan penyelenggara pelayanan publik.

Balanced Score Card (BSC) merupakan sistem manajemen strategis/aplikasi yang dapat membantu menunjukkan indikator outcome dan output yang jelas, indikator internal dan eksternal, indikator keuangan dan non-keuangan, dan indikator sebab dan akibat. Serta dapat diterapkan tidak hanya pada saat menyusun rencana alokasi anggaran dan menyusun manajemen kinerja. Melainkan juga untuk sosialisasi terhadap kebijakan baru, memperoleh umpan balik serta meningkatkan kapasitas dan aktivitas kinerja SDM.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah saat bertemu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PAN-RB) RI, Syafruddin, di Ruang Tamu Menteri PAN-RB Kantor Kementerian PANRB Jakarta, Senin (5/8), dengan agenda utamanya adalah pemaparan e-kinerja berbasis BSC di NTB.

Wagub Rohmi menyampaikan kepada Menteri Syafruddin, penerapan e-kinerja berbasis BSC ini merupakan trobosan baru di NTB dalam upaya untuk mempermudah melakukan monitoring dan evalusasi terhadap semua program yang ada di lingkup Pemprov NTB. ‘’Bapak Menteri, kami sampaikan bahwa BSC ini trobosan baru yang coba kami lakukan dalam upaya untuk meningkatkan tata kelola pembangunan dan transparansi penyelenggaraan program-program di seluruh OPD lingkup Pemprov NTB,’’ kata Wagub Rohmi.

Asisten II Setda Provinsi NTB, H Ridwansyah yang ikut mendampingi Wagub menambahkan, melalui BSC ini, maka semua sumber daya ikut bergerak dan berperan, termasuk ikut memantau. ‘’Melalui BSC ini, kepala daerah setiap saat dapat mengetahui progres pelaksanaan program/kegiatan dan program-program unggulan di semua OPD,’’ katanya.

Demikian juga para kepala perangkat daerah, lanjut Ridwansyah, dapat memantau kinerja bawahannya dan seterusnya, sehingga ketika terjadi permasalahan dapat segera diatasi. ‘’Dengan menggunakan aplikasi BSC, maka seluruh rincian program/kegiatan dan alokasi anggarannya serta progres/capaian kinerja dari tiap-tiap pejabat di seluruh perangkat daerah sebagai pengelola atau penanggungjawab kegiatan, dapat dipantau secara riil time oleh gubernur, wakil gubernur, Sekda dan para kepala OPD melalui dashboard/layar pemantau yang ada di ruang pimpinan,’’ ujarnya.

Menanggapi penjelasan tentang BSC tersebut, Menteri Syafruddin menyampaikan, bahwa ia sangat mengapresiasi trobosan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB ini. ‘’Sistem ini sangat bagus untuk diterapkan oleh instansi pemerintahan dan saya sangat mengapresiasi trobosan bagus dari Pemprov NTB ini,’’ katanya.

Menteri Syafruddin berpesan, Pemprov NTB harus dapat menggandeng seluruh kabupaten/kota yang ada di NTB untuk juga menggunakan sistem BSC ini. ‘’Pemprov NTB harus bisa juga mengajak para bupati dan wali kota untuk menggunakan BSC ini,’’ ucapnya.

Saat ini, Pemprov NTB menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menggunakan e-kinerja dengan metode BSC ini. Selain Asisten II Setda NTB, hadir juga mendampingi Wagub NTB adalah Asisten 1 Setda Provinsi NTB, Hj Eva Nurcahyaningsih; dan Asisten III, Hj Hartina.(dra)

Kirim Komentar

Leave a Reply