Siapa Bilang Ada Ancaman Kekeringan Lombok Selatan

Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Lotim, Sosiawan Putraji.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Masyarakat Lombok dalam satu bulan terakhir ini diresahkan dengan beredarnya isu ancaman kekeringan wilayah selatan Lombok Timur. Isu itu konon dimunculkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (BPBD NTB) yang menyebut 7 kecamatan di Lombok Timur terancam mengalami kekeringan.

Menyikapi isu tersebut, wartawan media ini dalam dua pekan terakhir melakukan investigasi di beberapa desa di Kecamatan Jerowaru; di antaranya, Desa Pemongkong, Desa Pandan Wangi, Desa Wakan, Desa Jerowaru dan Desa Pare Mas.

Berdasarkan pantauan di Desa Pemongkong yang 100% lahan tadah hujan tidak tampak terjadi ancaman kekeringan khususnya untuk lahan pertanian/perladangan warga. Petani ladang di desa tersebut saat ini tidak sedang berada dalam musim tanam karena baru saja selesai panen jagung dan cabai. Sedangkan yang lanjut menanam tembakau, tidak terkendala dengan air karena sebagian besar masih ada simpanan air embung (embung rakyat).

Di Desa Pandan Wangi, yang terdiri dari lahan irigasi dan lahan tadah hujan, juga tidak ada masalah terkait air untuk tanaman tembakau. Misalnya saja di Dusun Mengkuru, Desa Pandan Wangi, yang paling hilir dan semua lahan tadah hujan, sama sekali tidak terungkap adanya petani yang mengalami ancaman kekeringan. Bahkan salah satu waduk di Dusun Paek, Desa Pandan Wangi, hingga masuk masa panen tembakau, air waduk tersebut hingga Ahad kemarin (4/8), masih terlihat penuh dan belum dimanfaatkan karena belum dibutuhkan.

Demikian pula di desa-desa lain rata-rata embung rakyat masih ada sisa air bahkan banyak embung rakyat yang mendapat suplai tambahan air karena beberapa ruas irigasi juga terlihat ada aliran air.

Suplesi irigasi dari Dam Pandan Dure untuk daerah hilir.

Terbukti pula hingga berita ini diturunkan tiga embung penyanggah air irigasi pertanian wilayah selatan yakni Embung Lingkuk Lamun di Desa Sepit, Kecamatan Keruak, Embung Tundak di Desa Batu Putik, Kecamatan Keruak, dan Embung Paek di Desa Pandan Wangi, semuanya tengah berisi air full.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Lotim, Sosiawan Putraji menjamin suplai air irigasi ke wilayah selatan.

Kepada Lomboktoday.co.id, Senin (5/8), Sosiawan menyebut, pengairan lahan pertanian wilayah selatan yang meliputi Kecamatan Sakra, Sakra Barat, Sakra Timur, Keruak dan Jerowaru, dibackup oleh 3 Daerah Aliran Sungai (DAS) yakni jaringan sungai Tojang, Gading dan Meronggek.

Kabid menyebut, jika ada indikasi kekurangan air wilayah selatan, pihaknya siap menyuplai dengan menambah gilir droping. ‘’Kalau ada informasi kekurangan air, kami dengan pihak pengamat siap melayani dengan menambah jadwal droping air irigasi,’’ kata Kabid Pengairan Dinas PUPR Lotim, Sosiawan Putraji seraya menambahkan petani wilayah selatan yang menanam padi dua kali dan yang menanam tembakau pertumbuhannya bagus.

Sosiawan menjelaskan, pemanfaatan ketersediaan air di Dam Pandan Dure, pihaknya telah menambah jaringan suplesi yang diharapkan melayani kebutuhan air pertanian dalam setiap saat.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply