Pemkab Lotim Akui Banyak Kelemahan

Kepala Bappeda Lotim, Dewanto (kiri); Kabag Humas dan Protokol Setdakab Lotim, Iswan Rahmadi (tengah); Pengurus PWI Cabang NTB, Nasruddin (kanan).

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lotim, Dewanto menyebut bahwa Lombok Timur masih banyak kekurangan dan kelemahan sebagai bagian dari yang diprioritaskan untuk dituntaskan dalam jangka waktu 2019 hingga 2023 mendatang.

Di antara kekurangan dan kelemahan tersebut menurut Dewanto, pertama, kualitas dan kuantitas infrastruktur masih rendah; kedua, intensitas intraksi antar wilayah masih rendah; ketiga, belum meningkatnya daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup melalui peningkatan kualitas; keempat, daya beli masyarakat masih rendah; kelima, ketersediaan lapangan kerja masih rendah; keenam, rendahnya pemberdayaan PMKS; ketujuh, rendahnya kualitas hidup, belum terpenuhinya perlindungan perempuan dan anak, lansia, penyandang difabel, dan kesetaraan gender; kedelapan, belum optimal pemanfaatan potensi pariwisata; kesembilan, rendahnya pendapatan asli daerah; kesepuluh, rendahnya tata kelola investasi.

Hal tersebut menjadi materi yang dipaparkan Kepala Bappeda Kabupaten Lombok Timur, Dewanto dalam kapasitas sebagai salah satu pembicara pada diskusi yang diselenggarakan Komunitas Jurnalis Lombok Timur di Selong, Selasa (13/8), dengan melibatkan sejumlah LSM, organisasi kemahasiswaan, dan kepemudaan Lombok Timur.

Diskusi yang bertajuk ‘Jurnalis Berbicara untuk Pembangunan Lombok Timur’ itu, diselenggarakan dalam rangkaian menyongsong peringatan Hari Jadi Kabupaten Lombok Timur ke 124 yang jatuh pada tanggal 31 Agustus 2019 mendatang.

Selain Kepala Bappeda, juga ikut sebagai pembicara, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Lotim, M Iswan Rahmadi, Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang NTB, Nasruddin. Sebagai pemandu dalam diskusi, Lalu M Kamil, Kepala Biro Lomboktoday.co.id Kabupaten Lombok Timur.

Sementara sebelumnya, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Lombok Timur, M Iswan Rahmadi memaparkan beberapa point terkait peran pemberitaan media terhadap pembangunan di Lombok Timur.

Pada intinya, Iswan Rahmadi menyebut, dalam kapasitas wartawan sebagai filar ke-4 demokrasi tentu memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan yakni peran informatif dan edukatifnya. Tentu, lanjut Iswan Rahmadi, wartawan atau media dengan pemerintah diharapkan adanya sinergitas yang kuat.

Kabag Humas sekaligus dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Umum Panitia Peringatan Hari Jadi Kabupaten Lombok Timur, sedikit mengulas rangkaian kegiatan menyambut pesta besar yang baru pertama kali akan digelar dalam sejarah terbentuknya Kabupaten Lombok Timur. Rangkaian kegiatan pra hari H, kata Iswan Rahmadi, akan diisi dengan berbagai kegiatan bernuansa adat dan budaya serta kegiatan bernuansa religius. Salah satu contoh katanya, malam puncak akan diisi dengan zikir dan hiziban akbar.

Pembicara ketiga Nasruddin dari PWI Cabang NTB menguraikan sekelumit permasaalahan yang dihadapi wartawan di lapangan ketika mencari berita. Nasruddin menyebut, persoalan pendapatan profesi wartawan di NTB ini dengan jujur diakui  belum sehat masih menjadi dilema sehingga dapat mengganggu objektivitas pemberitaan. Diakui pula, perusahaan media di NTB ini masih banyak yang belum mampu memberikan jaminan hidup bagi wartawannya secara berkelayakan.

‘’Kita memaklumi kalau ada oknum wartawan yang terpaksa dengan pendekatan personal baik itu kepada para pejabat, politisi, maupun para pengusaha,’’ katanya.

Diskusi ini dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, HM Mugni mewakili Bupati Lotim, HM Sukiman. Mugni dalam pidato pembukaannya menyampaikan bebera hal terkait peran media atau wartawan dalam pembangunan. ‘’Wartawan memiliki peranan penting, kami selaku pemerintah sangat membutuhkan wartawan untuk menyuarakan berbagai kegiatan kepada masyarakat,’’ kata Mugni.

Kadis Pariwisata juga mengulas latar belakang diadakannya peringatan Hari Jadi Lombok Timur. Menurutnya, sesungguhnya peringatan Hari Jadi Lotim dimulai sejak tahun 2013 lalu karena DPRD Lotim telah menetapkan Perda tentang Hari Jadi Lotim pada tahun 2012.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply