Gubernur NTB: Kehadiran Ponpes Bawa Perubahan Peradaban Manusia

Gubernur Zul saat peletakan batu pertama pembangunan Lembaga Pendidikan Yayasan Pondok Pesantren Zainul Hafidz At-Taufiq, Dusun Sepi, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Ahad (18/8).

LOBAR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Gubenur NTB, H Zulkieflimansyah mengatakan, kehadiran Pondok Pesantren (Ponpes) di Dusun Sepi, Desa Buwun Mas ini akan membawa perubahan bagi peradaban hidup manusia, termasuk di Lombok Barat. Sebab, Ponpes itu senantiasa menghadirkan banyak hal untuk menghadapi tantangan zaman ke depan. Apalagi di tengah kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat seperti saat ini.

‘’Karena di zaman ini, kemajuan teknologi informasi dan lain sebagainya, masyarakat itu kadang duduk berdampingan, duduk bersama tapi jarang berkomunikasi langsung,’’ kata Gubernur Zul saat peletakan batu pertama pembangunan Lembaga Pendidikan Yayasan Pondok Pesantren Zainul Hafidz At-Taufiq, Dusun Sepi,  Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Ahad (18/8).

Kemajuan teknologi saat ini lanjutnya, tidak menjadikan jabatan seseorang sebagai pembawa kebahagiaan. Justru semakin tinggi jawabatan seseorang, semakin sedikit sahabat dan saudara sejatinya. ‘’Jabatan gubernur, jabatan bupati, bahkan jabatan presiden, adalah jabatan yang penuh kesunyian. Jabatan yang dihinggapi rasa sepi yang mencekam,’’ ujarnya.

Gubernur Zul mengingatkan, rasa syukur terhadap segala yang dimiliki saat ini merupakan kunci kebahagiaan. Memiliki banyak harta serta rumah yang besar, belum tentu hidupnya bahagia. Kadang katanya, ada yang berpenghasilan miliar rupiah serta rumah seharga triliunan, tapi selama hidupnya hanya bisa makan obat.

‘’Mana yang dipilih, punya uang banyak, tapi hanya boleh makan obat, atau uangnya sedikit seperti kita sekarang, tapi bisa makan apa saja,’’ kata Gubernur Zul dengan nada bertanya.

Gubenur Zul mengajak masyarakat Sekotong untuk menulis cerita indah tentang daerahnya. Yaitu cerita yang membangkitkan semangat bagi masyarakat untuk menatap masa depan. ‘’Hari ini saya menjadi saksi, pendiri Ponpes ini ingin menulis cerita masa depan Sekotong dengan cerita yang menyenangkan,’’ ujarnya yang disambut tepuk tangan masyarakat.

Ia berharap bahwa keberanian meletakkan batu pertama adalah ikhtiar maksimal mengatakan pada dunia, masa depan Sekotong adalah cikal bakal yang Gemilang bagi anak cucu di masa yang akan dating.(dra)

Kirim Komentar

Leave a Reply