Menjadi Mesin Ekonomi Halal Dunia, Indonesia Harus Punya Rencana Aksi Terukur

Wakil Presiden terpilih, KH Ma’ruf Amin yang juga Ketua Majelis Ulama Indonsia (MUI) saat menyampaikan sambutan pada acara Muktamar IV EAEI.

JAKARTA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Indonesia harus memiliki panduan, pegangan terkonsolidasi, dan rencana aksi (action plan) terukur untuk dapat menjadi mesin ekonomi halal dunia. Potensi besar ekonomi halal dapat nenjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi baru di 2024 mendatang.

Saat tampil menjadi pembicara kehormatan pada high level discussion bertema ‘Indonesia Menuju Pusat Ekonomi dan Keuangan Islam Dunia’ di The Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta, Jumat (23/8), Chairman Indonesia Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar, mengatakan Indonesia diyakini mampu menjadi salah satu pemimpin pasar ekonomi syariah karena memiliki modal jumlah penduduk Muslim terbesar dunia.

Dia mengutip pesan dan arahan Presiden Indonesia, Joko Widodo pada peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019 di Kantor Bappenas, pada 14 Mei 2019 lalu, produk halal memiliki potensi besar. Berdasarkan data Global Islamic Economy Report di 2023 pengeluaran belanja masyarakat muslim dunia mencapai 3 triliun dolar AS.

‘’Sayangnya, menurut Global Islamic Economy Indicator, di 2018 Indonesia ini masih menempati urutan yang kesepuluh dalam peringkat negara-negara yang menyelenggarakan ekonomi syariah. Dengan memiliki rencana aksi terukur, ditargetkan pada 2024 dapat meningkat ke urutan kelima,’’ kata Sapta Nirwandar.

Mantan Wakil Menteri Pariwisata itu optimistis target tersebut bisa tercapai bila didukung ekosistem yang kondusif. Dia menyontohkan Malaysia yang menerapkan konsep ekonomi halal pada produksi, layanan, infrastruktur, dukungan pemerintah, dan sumber daya manusia.

Suasana Muktamar IV EAEI.

‘’Peluang yang didapatkan bila kita mengembangkan ekosistem industri halal di Indonesia yakni peluang domestik 218,8 miliar dolar AS. Pasar domestik akan tumbuh 5,3% hingga 2025. Peluang Ekspor dalam 249 miliar dolar AS,’’ ujarnya.

Selain itu, produk substitusi impor 19,5 miliar dolar AS dalam impor produk ekonomi halal. ‘’Industri halal di Indonesia berpotensi untuk menarik investasi asing secara langsung senilai 1 miliar dolar AS dan dapat membuka 127 ribu lapangan pekerjaan baru per tahun. Kita memiliki halal champions antara lain Indofood, Mayora, Garuda Food, Wardah, El Corps dan lain lain,’’ katanya.

Untuk itu, kata dia, dibutuhkan literasi dan edukasi sebagai konsumen negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. ‘’Sayangnya masih belum ada strategi dan kebijakan pemerintah untuk memberikan kejelasan bagi konsumen dan produsen industri halal di Indonesia,’’ ujarnya.

Sebagai contoh wisata halal, belum lama ini ada presepsi soal halal tourism itu ekslusive. Tetapi sebenarnya halal tourism itu extended services, tidak tertutup bagi kaum non-muslim. Seperti yang dikatakan Wakil Presiden terpilih, KH Ma’ruf Amin yang juga Ketua Majelis Ulama Indonsia (MUI), bahwa bicara wisata halal, yang dihalalkan bukanlah destinasi atau tempat tujuan wisatanya, tapi pelayanannya.

‘’Termasuk di dalamnya hotel syariah, restoran syariah dan spa pun harus syariah. Potensi wisata halal di Indonesia sangat luar biasa. Sayangnya, belum ditangani secara serius. Karenanya peranan pemerintah dan pengusaha dalam mengembangkan produk dan jasa halal sangat penting, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Bahkan, wisata halal dapat memberikan manfaat bagi semua pihak,’’ katanya.

Saat tampil pada pembukaan KH Ma’ruf Amin yang juga Ketua Umum Dewan Pertimbangan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) menyampaikan sejumlah poin penting ekonomi syariah.  Kemudian, strategi, peluang, dan tantangan menuju masa depan ekonomi syariah di Indonesia.

Pada sesi diskusi yang digelar IAEI itu tampil tiga pembicara yakni Ketua Umum IAEI yang juga Menteri Bappenas RI, Bambang Brodjonegoro; Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati; dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Kemudian, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso; Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah; dan Adiwarman Azwar Karim dari Karim Consulting.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply