Rekanan Pengadaan Lencana Emas DPRD Lotim Masih Misterius

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Rekanan pemenang tender pengadaan lencana emas 50 anggota baru DPRD Kabupaten Lombok Timur hingga kini masih belum jelas keberadaannya.

Sekretaris Dewan Lotim, Lalu Dami Ahyani.

Akibatnya, pelantikan anggota baru DPRD Lombok Timur Rabu lalu, berjalan tanpa penyematan lencana. Kasus ini mencuat di berbagai media karena semua pihak termasuk anggota dewan bertanya-tanya kenapa pada hari pengambilan sumpah tidak ada lencana yang menghiasi bagian depan kerah jasnya.

Pihak Sekretariat DPRD Lotim pun tak ada satupun yang mengetahui kenapa sampai hari H pelantikan, perusahaan yang mengerjakan tak kunjung muncul.

Menelusuri perkembangan penanganan kasus ini, Senin (26/8) Lomboktoday.co.id menemui Sekretaris DPRD Lotim, Lalu Dami Ahyani. Ditemui di ruang kerjanya, Sekwan yang didampingi Kasubag Umum, Lalu Satirman menyebut, pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan pertama kepada pemilik CV Total Karya Utama selaku perusahaan pemenang tender pada hari Kamis (22/8) lalu. Namun pemilik perusahaan hingga kini belum juga muncul.

Pihak Bagian Umum Sekretariat DPRD Lotim juga menghubungi pemilik perusahaan yang bernama Muhamad Haris melalui sambungan telephone, namun juga tidak bisa dihubungi.

Menurutnya, pihak rekanan itu masih akan berupaya untuk dikonfirmasi atau diminta untuk datang menemui pihak Sekretariat DPRD Lotim secara tertulis atau melalui telephone. Karena katanya, pihak Sekretariat DPRD Lotim merasa kesulitan untuk melacak langsung alamat perusahaan tersebut karena beralamat di Kabupaten Bima.

Penyelesaian kasus ini kata Sekwan, masih mengikuti prosedur yang telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 4 tahun 2015 tentang Tata Laksana Pengadaan Barang dan Jasa. Yakni memberikan tenggat waktu 50 hari kerja sejak berahir masa kontrak selama 20 hari kerja. Sementara katanya, kontrak pengadaan ini dimulai sejak tanggal 18 Juli lalu dan telah berahir tanggal 7 Agustus 2019. Dengan demikian, masa kontrak sudah lewat.

Sekretaris DPRD Lotim selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) menyatakan siap akan mengambil tindakan tegas yakni akan memblokir kontrak dengan pihak rekanan jika rekanan dalam tenggat waktu 50 hari sejak berakhir masa kontrak tidak juga ada etikat menyelesaikan tanggung jawabnya.

“Kami akan putuskan kontrak jika yang bersangkutan tidak menyelesaikan kewajibannya dalam tenggat waktu yang diberikan berdasarkan aturan,” kata Lalu Dami Ahyani.

Kendati demikian, Sekwan mengaku tidak terlalu merasa terbebani dan tidak panik menyikapi kasus ini karena pihaknya belum mengeluarkan uang sepeserpun kepada rekanan dari total nilai kontrak sebesar Rp296 juta lebih. Karena pola pembayaran menurutnya, yaitu pola pembayaran sekaligus setelah barang pesanan jadi atau dengan sebutan ada barang ada uang.

“Tidak ada risiko yang timbul pada kami atas mangkirnya pihak rekanan, sebab belum ada kerugian yang timbul. Hanya saja, gagalnya anggota dewan yang menggunakan lencana pada momen yang mungkin paling bersejarah walaupun bukan bagian dari keharusan dalam proses pelantikan dan pengambilan sumpah,” ujarnya.

Sekwan maupun Kasubag Umum menduga, misteriusnya rekanan pemenang tender ini mungkin tidak berani mengerjakannya karena bisa jadi pada saat penawaran, harga emas stabil, namun harga emas yang pluktuatif bisa jadi melambung lalu rekanan merasa akan merugi sehingga urung berani mengerjakan. Hanya saja salahnya pihak tekanan hilang tampa ada konfirmasi mundur atau lanjut.

Terkait kelanjutan pengadaan lencana ini, pihak Sekretariat DPRD Lotim akan kembali membuka pelelangan tender jika rekanan semula telah diputuskan kontraknya.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply